Uni Eropa Desak AS Buka Akses Model AI Canggih Mythos

  • 31 Mei 2026 21:03 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Uni Eropa (UE) menyatakan tengah berupaya "mengintensifkan" pembicaraan dengan pemerintahan AS terkait model-model AI paling canggih, termasuk yang memiliki kemampuan siber. Hal ini disampaikan seorang pejabat Komisi Eropa kepada CNBC.

Pernyataan tersebut muncul di tengah kehebohan global yang dipicu oleh model AI terbaru Anthropic bernama Mythos — yang diumumkan pada April lalu. Model ini memunculkan gelombang kekhawatiran tentang ancaman serangan siber berbasis AI. Pada bulan yang sama, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Gedung Putih menentang rencana Anthropic untuk memperluas akses ke model tersebut.

Pada Kamis (29/5), Anthropic menyatakan berencana membawa model "berkelas Mythos" kepada pelanggan umum dalam beberapa pekan ke depan — setelah pengamanan siber yang memadai selesai dikembangkan.

Saat ini, Anthropic baru memperkenalkan Mythos kepada segelintir perusahaan dan organisasi terpilih melalui program pratinjau bernama Project Glasswing. Namun, UE, kantor AI-nya, maupun pemerintah di luar AS — kecuali Lembaga Keamanan AI Inggris — belum mendapat akses pratinjau untuk mengkaji model tersebut.

Thomas Regnier, juru bicara Komisi Eropa, menyatakan bahwa keamanan siber merupakan prioritas bersama dan kedua pihak telah sepakat untuk saling mengakui standar masing-masing. "Secara paralel, kami kini memperluas diskusi teknis dengan Anthropic dan pengembang model lain yang telah mendaftarkan model terbaru mereka ke kantor AI kami," ujarnya.

Sumber yang mengetahui pembicaraan tertutup antara UE dan Anthropic mengungkapkan bahwa Anthropic meminta UE untuk terlebih dahulu meminta izin kepada pemerintah AS sebelum mendapat akses ke Mythos. Namun, Gedung Putih disebut tidak secara khusus menolak berbagi Mythos dengan UE — melainkan lebih menentang pembagian model tersebut kepada pemerintah non-AS secara umum.

Dari sisi AS, Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan bahwa pemerintah bekerja "sangat erat" dengan laboratorium-laboratorium AI. "Kami ingin memastikan keunggulan itu tetap terjaga. Kami sedang menyeimbangkan antara inovasi dan keamanan," kata Bessent, seraya menyebut AS sebagai pemimpin AI dunia dengan China di posisi kedua.

CEO Anthropic, Dario Amodei, sebelumnya memperingatkan bahwa ada jendela waktu enam hingga dua belas bulan untuk menambal puluhan ribu celah keamanan perangkat lunak yang ditemukan oleh Mythos — sebelum AI China menyusul kemampuan serupa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....