Musk dan OpenAI: Hubungan Asam di Pengadilan
- 30 Apr 2026 21:49 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Elon Musk dan jajaran petinggi OpenAI kembali terlibat perdebatan sengit di pengadilan pada hari kedua sidang gugatan yang diajukan Musk. Persidangan ini menyoroti runtuhnya hubungan Musk dengan organisasi yang memulai perlombaan kecerdasan buatan (AI) global.
Musk menuduh OpenAI mengkhianati misi nirlaba awalnya ketika mengubah struktur perusahaan. Sebaliknya, OpenAI menilai gugatan Musk hanya bertujuan untuk melemahkan posisi mereka sebagai pesaing perusahaannya sendiri, xAI.
Dalam persidangan yang berlangsung tegang, pengacara Musk memamerkan korespondensi lama antara miliarder tersebut dengan CEO OpenAI Sam Altman untuk membuktikan bahwa pembuat ChatGPT itu telah menyesatkan Musk. Sementara itu, pengacara OpenAI, William Savitt, menginterogasi Musk tentang kontribusinya serta apakah gagasan untuk mengejar laba justru datang dari Musk sendiri. Savitt bahkan meminta Musk menjawab dengan "ya" atau "tidak", yang sempat memicu ketegangan.
Musk mengaku di pengadilan bahwa dia sebenarnya tidak keberatan dengan struktur perusahaan berorientasi laba, "selama itu menjadi anak perusahaan dari organisasi nirlaba." Namun, menurutnya, yang terjadi sekarang justru sebaliknya: "Yang tidak boleh terjadi adalah bagian berorientasi laba menjadi acara utama. Dan itulah yang terjadi di sini."
Dalam email yang dijadikan bukti, Musk menyebut dirinya "bodoh" karena telah memberikan pendanaan gratis untuk memulai sebuah perusahaan rintisan. Ia juga mengaku kehilangan kepercayaan pada Altman setelah OpenAI menerima investasi 10 miliar dolar AS dari Microsoft pada 2022. Musk menganggap kesepakatan itu sebagai "umpan dan ganti" yang mencuri lembaga amal miliknya.
Musk akan kembali memberikan kesaksian untuk hari ketiga berturut-turut pada Kamis (30/4). Pengacara OpenAI akan menyelesaikan pemeriksaan silang, kemudian pengacara Musk akan mengajukan pertanyaan putaran kedua.
Persidangan ini berlangsung di tengah rencana OpenAI untuk melantai di bursa saham yang dapat mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin dalam persaingan AI global. Hakim Distrik AS Yvonne Gonzalez Rogers, yang memimpin sidang, sebelumnya telah memperingatkan kedua belah pihak untuk tidak memperkeruh suasana melalui media sosial.
Dalam kesaksian hari pertama, Musk menyatakan bahwa gugatannya bisa merusak fondasi donasi amal di Amerika Serikat jika ia kalah. Gugatan Musk meminta pengadilan mengembalikan OpenAI ke struktur nirlaba, mengeluarkan Altman dan Presiden OpenAI Greg Brockman dari dewan, serta ganti rugi 130 miliar dolar AS untuk yayasan nirlaba OpenAI.
Sidang ini menjadi ajang adu visi antara dua tokoh besar teknologi dunia di ruang sidang—tempat uang dan ketenaran mereka tidak sekuat di pasar global atau media riset. Sebanyak sembilan anggota juri akan memberikan pertimbangan sebelum hakim memutuskan apakah gugatan Musk dapat diterima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....