Pertama di Indonesia, Pertamina Hadirkan SPBU Pertanian di Banyuasin
- 24 Apr 2026 18:01 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Banyuasin: Pertamina Patra Niaga Sumbagsel bersama Kementerian Pertanian RI melakukan groundbreaking Pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Pertanian (SPBUP) Satu Harga di Desa Muara Telang, Kecamatan Sumber Marga Telang, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, Jumat, 24 April 2026. SPBU Pertanian pertama di Indonesia ini hadir untuk memutus rantai persoalan klasik petani: sulitnya akses BBM subsidi untuk alat mesin pertanian (alsintan). Selama ini, para petani terpaksa membeli BBM di pengecer dengan harga selangit atau harus mengantre panjang di SPBU umum untuk membeli BBM dengan kemasan khusus.
Staf Khusus Menteri Pertanian BIdang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian, mengungkapkan, memproyeksikan kehadiran SPBUP ini akan langsung berdampak pada isi kantong petani. Efisiensi biaya operasional diprediksi mampu meningkatkan kesejahteraan secara drastis.
“Kalau petani mendapatkan BBM dengan harga satu harga seperti di kota, keuntungan mereka bisa meningkat signifikan. Harapannya di sini keuntungan petani bisa naik hingga Rp5 juta per hektare,” ungkap Sam Herodian usai peletakan batu pertama.
Baca juga: Pertamina Siapkan 2.080 KL Avtur untuk Haji Embarkasi Palembang
Targetnya, fasilitas yang dikelola oleh Koperasi Tuah Selebar Daun ini rampung dalam tiga bulan ke depan. Dengan modal Rp2 miliar, SPBUP ini akan melayani kebutuhan bahan bakar bagi alsintan milik sekitar 150 kelompok tani anggota koperasi di wilayah tersebut.
Region Manager Retail Sales Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Ayub Ritto, mengakui selama ini akses petani ke SPBU umum seringkali terkendala aturan dan prioritas. Melalui SPBUP, pola distribusi akan disesuaikan dengan karakteristik wilayah Muara Telang yang berbasis perairan.
“Petani tidak perlu lagi berdesakan dengan kendaraan umum. Konsepnya BBM satu harga, sama dengan harga di perkotaan. Kami akan pastikan penyaluran berjalan lancar setelah fasilitas siap,” tegas Ayub.
Harapan besar juga disuarakan Ketua Koperasi Tuah Selebar Daun, Sumartono. Baginya, pembangunan ini adalah jawaban dari mimpi panjang warga eks-transmigrasi sejak puluhan tahun silam. Di tengah modernisasi pertanian yang kini serba mesin, ketersediaan BBM dengan harga resmi menjadi kunci keberlangsungan usaha tani.
Baca juga: Pertamina Sumbagsel Gandeng 23 Agen BBM Perkuat Anti Fraud
“Ini mimpi kami sejak awal transmigrasi. Sekarang hampir semua kegiatan tani pakai mesin. Kehadiran SPBU ini akan sangat membantu kami dalam kepastian mendapatkan BBM terutama saat musim panen” cetus Sumartono.
Kecamatan Muara Telang memiliki luas baku sawah sekitar 22.000 hingga 26.000 hektar dengan produktivitas rata-rata mencapai 7–8 ton per hektar. Sebagian besar lahan telah menerapkan indeks pertanaman (IP) 200 dan terus didorong menuju IP 300, dengan total produksi mencapai sekitar 1,2 juta ton gabah kering per tahun.
Pembangunan infrastruktur SPBU khusus Pertanian Satu Harga ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui penyediaan energi yang adil dan terjangkau bagi petani. Jika berhasil, model ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....