Gapoktan Kumbe Andalkan Rawa Hadapi Kekeringan

  • 17 Jul 2026 06:41 WIB
  •  Merauke

RRI.CO.ID, Merauke : Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kampung Kumbe, Distrik Malind, mengambil berbagai langkah untuk mengatasi kekurangan air akibat musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan sumber air dari rawa besar agar lahan persawahan tetap dapat diairi pada Kamis, 16 Juli 2026.

Ketua Gapoktan Kampung Kumbe, Soimin, mengatakan kondisi air untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat masih aman karena berada di kawasan pesisir. Namun, kondisi berbeda dialami sektor pertanian, terutama tanaman padi yang mulai terdampak kekeringan akibat berkurangnya pasokan air.

"Untuk tanaman terutama padi memang kami sudah masuk kekeringan. Ada ratusan hektare yang kehabisan air karena di Papua rata-rata tidak ada mata air seperti di Pulau Jawa, sehingga kami hanya mengandalkan air hujan yang tertampung di galian-galian," kata Soimin.

Ia menjelaskan petani bersama masyarakat telah berkoordinasi dengan pemilik hak ulayat untuk membuka aliran air dari rawa besar di wilayah Kampung Kaiburseh menuju areal persawahan di Kampung Kumbe. Usulan tersebut kemudian diteruskan kepada Dinas Pertanian dan mendapat dukungan berupa bantuan alat berat dari Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk membuka saluran air.

Menurut Soimin, langkah tersebut dilakukan agar tanaman padi pada musim tanam ketiga tetap memperoleh pasokan air yang cukup. Upaya itu juga diharapkan mampu mempertahankan produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan yang diperkirakan masih berlangsung.

Saat ini petani di Kampung Kumbe telah menyelesaikan panen musim tanam kedua dan mulai memasuki musim tanam ketiga. Meski demikian, sekitar 600 hektare lahan sawah dilaporkan mengalami kekurangan air sehingga membutuhkan penanganan segera apabila curah hujan tidak kunjung meningkat.

Soimin berharap dukungan pemerintah terus berlanjut dalam penyediaan infrastruktur pengairan bagi kawasan pertanian di Kampung Kumbe. Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor utama untuk menjaga produksi padi sekaligus mendukung program swasembada pangan di Kabupaten Merauke.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....