Dishub Petakan Dampak Pemindahan Aktivitas Pelabuhan

  • 16 Jul 2026 05:59 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Sangihe, Decky Surudani, menyatakan pemindahan sementara aktivitas pelayanan kapal penumpang dari Pelabuhan Tahuna ke Pelabuhan Peta membawa dampak positif maupun negatif bagi masyarakat. Salah satu dampak yang diperkirakan terjadi adalah keterlambatan distribusi logistik menuju Pasar Towo'e akibat bertambahnya jarak tempuh dari Pelabuhan Peta ke pusat Kota Tahuna.

"Keterlambatan terutama berpotensi terjadi pada pengangkutan barang kebutuhan pasar seperti sayur-mayur, bumbu dapur, dan komoditas dagangan lainnya. Kondisi tersebut berbeda dengan saat aktivitas kapal masih berlangsung di Pelabuhan Tahuna yang memiliki akses lebih dekat ke Pasar Towo'e, " kata Surudani.

Sementara itu, untuk layanan angkutan penumpang, Dinas Perhubungan memastikan transportasi darat tetap tersedia. Trayek Tahuna–Peta maupun Peta–Tahuna telah beroperasi setiap hari dengan pangkalan di depan Polsek Tahuna. Selain itu, angkutan dalam kota juga disiapkan untuk mendukung mobilitas masyarakat menuju Pelabuhan Peta.

"Tantangan utama saat ini berada pada pengangkutan barang, sedangkan kebutuhan transportasi penumpang dinilai sudah dapat diakomodasi melalui trayek angkutan yang tersedia", kata Surudani dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Selasa 14 Juli 2026,

Suridani menambahkan, sebelum pemindahan pelayanan pelabuhan dilaksanakan, Dinas Perhubungan bersama KUPP Kelas II Tahuna telah menggelar sejumlah rapat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk agen pelayaran, buruh bagasi, dan pihak terkait lainnya. Koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh proses pemindahan berjalan sesuai rencana.

Dinas Perhubungan juga terus berkoordinasi dengan KUPP Kelas II Tahuna guna memastikan pelayanan di Pelabuhan Peta berlangsung dengan baik, aman, nyaman, dan layak bagi seluruh pengguna jasa pelabuhan selama masa rehabilitasi Pelabuhan Tahuna.

Terkait layanan bus gratis yang sempat diuji coba bagi penumpang tanpa kendaraan, Decky mengungkapkan program tersebut dihentikan setelah dilakukan evaluasi bersama para sopir angkutan kota dan trayek Tahuna–Peta. Para pengemudi menilai meningkatnya jumlah penumpang akibat pemindahan aktivitas pelabuhan menjadi peluang bagi angkutan umum, sehingga layanan reguler dinilai sudah mampu melayani kebutuhan transportasi masyarakat.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....