Dihantam Gelombang Tinggi, Hari ke-2 Pencarian Bripka Miksin Belum 'Berhasil'

  • 10 Jul 2026 07:44 WIB
  •  Talaud

RRI.CO.ID, Talaud – Upaya pencarian terhadap Bripka Miksin Jul Tulong, anggota Polsek Gemeh yang dilaporkan hilang saat mencari ikan di laut, memasuki hari kedua pada Kamis 9 Juli 2026. Meski tim gabungan telah menyisir hingga ke perairan luar, kuatnya arus dan tingginya gelombang laut membuat keberadaan korban masih belum ditemukan.

Operasi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Waka Polres Kepulauan Talaud, KOMPOL Kretsman Mulalinda, S.Pd., M.H., didampingi Kasat Polairud AKP Lendi Hutabarat, dan Kapolsek Gemeh IPDA Jerianto Samura, S.H.

Pencarian hari kedua dimulai sejak pagi hari dengan melibatkan personel gabungan dari Polairud, Polsek Gemeh, Polsek Essang, Polsek Rainis, serta pihak keluarga korban. Tim memanfaatkan kapal penangkap ikan jenis Pajeko milik PT Berkat Mina Bahari untuk menembus ombak.

Rangkaian pergerakan diawali pada pukul 07.30 WITA saat Waka Polres memimpin briefing kesiapan personel dan armada di Mapolsek Gemeh sebelum bertolak ke Pelabuhan Taturan. Setelah melakukan perjalanan laut, tim berhasil mencapai perairan Desa Kakorotan, Kecamatan Nanusa pada pukul 13.00 WITA. Namun, setelah lebih dari satu jam menyisir area tersebut, tanda-tanda keberadaan korban masih belum terlihat.

Pencarian kemudian digeser ke seputaran perairan Desa Marampit, Kecamatan Nanusa pada pukul 15.20 WITA. Namun, kuatnya arus bawah laut kembali menyulitkan pergerakan tim di lapangan.

Dua jam berselang, tepatnya pukul 17.20 WITA, operasi pencarian hari kedua resmi dihentikan sementara demi keselamatan tim, mengingat faktor cuaca yang kian memburuk dan jarak pandang yang terbatas menjelang malam.

Setelah menempuh perjalanan kembali, Kapal Pajeko yang membawa tim dan keluarga akhirnya bersandar di Pelabuhan Taturan pada pukul 21.10 WITA, yang kemudian dilanjutkan dengan apel konsolidasi di Polsek Gemeh.

Bripka Miksin Jul Tulong diketahui pergi melaut pada Selasa 7 Juli 2026 sekitar pukul 05.30 WITA. Saat itu, kondisi cuaca di perairan Talaud memang sedang tidak bersahabat.

Petugas memprediksi perahu motor (pambut) yang digunakan korban mengalami kerusakan mesin atau karam akibat dihantam ombak besar dan terseret arus kuat.

"Kami menghadapi kendala gelombang yang tinggi dan arus laut yang sangat kuat di lapangan. Namun, kami memastikan sinergi antara Polri, pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat akan terus berjalan maksimal," ujar Waka Polres KOMPOL Kretsman Mulalinda.

Di tengah situasi keprihatinan ini, Waka Polres Kepulauan Talaud juga merangkul pihak keluarga korban agar tetap tenang dan menyaring informasi yang beredar. Keluarga diimbau untuk tidak menyebarkan atau memposting kabar burung (hoaks) terkait keberadaan korban yang belum terverifikasi.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas Polsek Gemeh langsung bergerak memberikan edukasi ke desa-desa binaan. Warga dan nelayan setempat diminta untuk lebih waspada serta selalu mempertimbangkan faktor cuaca dan keselamatan sebelum melakukan aktivitas, baik di darat maupun di laut.

Rencananya, pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari ini, Jumat 10 Juli 2026 dengan melihat perkembangan kondisi cuaca di perairan Kepulauan Talaud.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....