Hari Raya Pentakosta: Umat Diharapkan Terus Menyalakan Pelayanan dan Kasih
- 25 Mei 2026 18:11 WIB
- Bovendigoel
RRI.CO.ID, BOVEN DIGOEL– Umat Katolik di Paroki Hati Kudus Tanah Merah merayakan Misa Ekaristi Hari Raya Pentakosta dengan penuh sukacita dan khidmat. Perayaan yang berlangsung 50 hari setelah Paskah itu menjadi momentum bagi umat untuk mengenang turunnya Roh Kudus atas para rasul dan Bunda Maria, sekaligus memperteguh iman serta panggilan sebagai saksi Kristus di tengah dunia.
Perayaan misa dipimpin Pastor Paroki Hati Kudus Tanah Merah, Pastor Yakob Taufan, MSC. Dalam homilinya, Pastor Yakob menegaskan bahwa Hari Raya Pentakosta bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan karya Allah yang terus hidup dalam Gereja dan hati setiap umat beriman.
“Pentakosta bukan hanya kenangan masa lalu, tetapi peristiwa iman yang terus berlangsung hingga hari ini. Roh Kudus tetap bekerja di tengah Gereja dan dalam kehidupan setiap orang percaya,” ujar Pastor Yakob di hadapan umat Katolik Tanah Merah,Minggu 24 Mei 2026
Ia menjelaskan, ketika Roh Kudus turun atas para rasul, mereka yang sebelumnya takut dan bersembunyi berubah menjadi pribadi yang penuh keberanian untuk mewartakan Kabar Gembira kepada segala bangsa.
“Itulah kuasa Roh Kudus yang mengubah ketakutan menjadi keberanian dan kelemahan menjadi kekuatan,” katanya.
Dalam homilinya, Pastor Yakob juga menguraikan sejumlah makna penting Hari Raya Pentakosta bagi kehidupan umat Katolik.
Menurutnya, Pentakosta menandai kehadiran Allah yang terus menyertai umat-Nya melalui Roh Kudus sebagai Penghibur dan Penolong. Roh Kudus hadir untuk membimbing umat dalam kebenaran serta menguatkan iman dalam setiap situasi kehidupan.
Selain itu, peristiwa turunnya Roh Kudus yang disertai kemampuan berbicara dalam berbagai bahasa menunjukkan bahwa Injil diperuntukkan bagi semua orang tanpa membedakan suku, bangsa, budaya, maupun bahasa. Roh Kudus mempersatukan keberagaman menjadi satu tubuh dalam Kristus.
Pastor Yakob juga menekankan bahwa setiap umat Katolik dipanggil menjadi saksi kasih Allah melalui perkataan dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, lingkungan kerja, maupun masyarakat.
| Baca juga: Misa Etnis Warnai Paskah II di Tanah Merah |
“Makna Pentakosta menuntut kita untuk tidak hanya menjadi pendengar firman, tetapi juga pelaku kasih yang nyata,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Roh Kudus juga menumbuhkan berbagai buah Roh dalam diri umat, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, dan kesetiaan. Karena itu, umat diajak untuk terus membiarkan diri dibentuk oleh Roh Kudus agar semakin serupa dengan Kristus.
Di akhir perayaan, Pastor Yakob mengajak seluruh umat Paroki Hati Kudus Tanah Merah membuka hati dan pikiran agar Roh Kudus senantiasa tinggal dan berkarya dalam kehidupan mereka.
“Semoga perayaan Pentakosta ini membarui hati kita semua. Biarkan api kasih Roh Kudus terus menyala dalam hidup kita, sehingga kita mampu menjadi pembawa damai dan kasih Allah bagi sesama,” tutup Pastor Yakob Taufan, MSC.
Perayaan Hari Raya Pentakosta di Paroki Hati Kudus Tanah Merah berlangsung tertib, aman, dan penuh suasana rohani yang hangat. Umat berharap semangat Pentakosta terus hidup dan diwujudkan melalui karya nyata pelayanan serta kasih kepada sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....