SCI: Pelabuhan Indonesia Diharapkan Belajar dari Tanjung Priok

  • 11 Jun 2024 23:36 WIB
  •  Voice of Indonesia

KBRN, Jakarta: Lembaga penelitian perdagangan, Supply Chain Indonesia (SCI) mengapresiasi kinerja Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang mencapai peringkat 23 global. Lembaga itu juga merekomendasikan Pelabuhan Tanjung Priok sebagai contoh bagi perbaikan kinerja pelabuhan-pelabuhan di Indonesia.

Data terkait peringkat kinerja Pelabuhan Tanjung Priok berdasarkan pada The Container Port Performance Index (CPPI) 2023. Indeks itu dirilis oleh Grup Bank Dunia bersama S&P Global Market Intelligence baru-baru ini. Di bawahnya, ada Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya (101), Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang (150), dan Pelabuhan Belawan, Medan (308).

Peringkat ke-23 dunia itu berbeda signifikan, karena pada 2022 pelabuhan itu berada di peringkat 281. Pelabuhan Tanjung Priok kini berada di peringkat ketiga di ASEAN, setelah Pelabuhan Tanjung Pelepas, Malaysia dan Pelabuhan Singapura.

Pendiri dan CEO SCI, Setijadi menyatakan, perbandingan kinerja pelabuhan-pelabuhan kontainer secara global penting untuk mendorong peningkatan kinerja mereka. Perbandingan kinerja akan mempengaruhi kinerja logistik melalui peningkatan efisiensi waktu dan biaya pengiriman. Selain itu, perbandingan tersebut akan membantu mengurangi ketidakpastian dan gangguan dalam rantai pasok.

"Kinerja pelabuhan kontainer sangat mempengaruhi daya saing produk dan komoditas dalam rantai pasok global, karena seperti tercantum dalam rilis itu, lebih dari 80 persen volume perdagangan global dikirim melalui transportasi laut dan lebih dari 60 persen pengirimannya dengan kontainer," kata Setijadi, sebagaimana dikutip InfoPublik, media terafiliasi Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, dari Jakarta, Selasa (11/6/2024).

Terkait hal itu, SCI memberikan rekomendasi terkait kinerja pelabuhan dan upaya untuk peningkatan efisiensi logistik nasional. Salah satunya, menjadikan pencapaian Pelabuhan Tanjung Priok sebagai pelajaran bagi perbaikan kinerja pelabuhan-pelabuhan di Indonesia, terutama pelabuhan kontainer.

Lalu, melanjutkan penataan dan pengembangan pusat dan jari-jari (hub & spoke) pelabuhan-pelabuhan Indonesia. Tujuannya agar pelabuhan lebih terintegrasi secara lokal dan terhubung secara global.

Kemudian, mengembangkan sistem transportasi multimoda dengan transportasi laut sebagai tulang punggung yang terintegrasi dengan transportasi pedalaman setiap wilayah. Pengembangan ini hendaknya berdasarkan karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan.

Selanjutnya, melanjutkan pembangunan infrastruktur, baik simpul maupun jaringan transportasi, secara terintegrasi berdasarkan rencana induk pembangunan infrastruktur konektivitas nasional. Lalu, meningkatkan dan menguatkan Ekosistem Logistik Nasional (NLE) untuk memperbaiki kinerja logistik, dengan mendorong efisiensi waktu dan biaya.

Terakhir, meningkatkan kolaborasi dan sinergi antarpenyedia jasa logistik, serta antara penyedia dan pengguna jasa logistik. SCI juga menyarankan peningkatan dukungan pemangku kepentingan, termasuk kementerian/lembaga terkait secara terpadu untuk memperlancar arus logistik.

Sumber : Infopublik

News Recomendation

Latest News

Loading latest news.....