Ghatib Beghanyut Tradisi Zikir di Sungai Siak Menjadi Warisan Budaya Melayu Riau
- 17 Jul 2026 16:49 WIB
- Pekanbaru
Poin Utama
- Ghatib Beghanyut Tradisi Zikir di Sungai Siak Menjadi Warisan Budaya Melayu Riau
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tradisi Ghatib Beghanyut atau Ratib Berhanyut merupakan salah satu warisan budaya religius masyarakat Kabupaten Siak, Provinsi Riau, yang hingga kini terus dilestarikan. Tradisi ini berupa pembacaan zikir, tahlil, dan doa bersama di atas perahu yang dibiarkan berhanyut mengikuti arus Sungai Siak sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan kepada Allah SWT agar masyarakat terhindar dari musibah dan marabahaya.
Tradisi tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada tahun 2018 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dikutip dari Portal Resmi Pemerintah Kabupaten Siak, Secara etimologis, kata ghatib merupakan pelafalan masyarakat Melayu Siak dari kata ratib, yang berarti rangkaian zikir atau doa yang dibaca secara teratur, sedangkan beghanyut berarti berhanyut mengikuti arus sungai.
Tradisi ini berakar dari masa Kesultanan Siak Sri Indrapura ketika masyarakat menghadapi wabah penyakit dan berbagai musibah. Seiring masuknya ajaran Islam, ritual tolak bala yang sebelumnya dipengaruhi kepercayaan lama kemudian diganti dengan doa dan zikir yang dipimpin para ulama sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT.
Prosesi Ghatib Beghanyut diawali dengan berkumpulnya para ulama, tokoh adat, pemerintah daerah, serta masyarakat di masjid atau pelabuhan. Setelah pembacaan doa bersama, para peserta menaiki kapal atau perahu untuk menyusuri Sungai Siak tanpa dikayuh, mengikuti arus sungai sambil melantunkan zikir, tasbih, tahlil, dan takbir. Suasana yang khusyuk menjadikan tradisi ini tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai simbol persatuan, kebersamaan, dan kekuatan spiritual masyarakat Melayu Siak.
Pemerintah Kabupaten Siak menjadikan Ghatib Beghanyut sebagai agenda budaya tahunan yang mendapat dukungan penuh dari Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), tokoh agama, dan masyarakat. Selain sebagai upaya melestarikan adat istiadat, tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata religi yang memperkenalkan nilai-nilai budaya Melayu Islam kepada masyarakat luas.
Mantan Bupati Siak Alfedri menegaskan Ghatib Beghanyut akan terus dilestarikan sebagai bentuk ikhtiar bersama menjaga keselamatan negeri sekaligus mempertahankan warisan budaya yang telah diwariskan oleh para ulama dan leluhur. Keberadaan Ghatib Beghanyut menunjukkan eratnya hubungan antara adat Melayu dan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat Siak.
Melalui tradisi ini, nilai-nilai keimanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial terus diwariskan kepada generasi muda. Dengan dukungan pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat, Ghatib Beghanyut diharapkan tetap menjadi identitas budaya Kabupaten Siak sekaligus memperkaya khazanah warisan budaya Provinsi Riau dan Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....