Badikiu Tradisi Zikir Warisan Leluhur Kampar yang Terus Dijaga Masyarakat Kampar

  • 07 Jul 2026 16:26 WIB
  •  Pekanbaru

RRI.CO.ID, Pekanbaru - Kabupaten Kampar, Riau, memiliki beragam tradisi yang tumbuh seiring kuatnya pengaruh adat dan ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat. Salah satu warisan budaya yang masih lestari hingga kini adalah Badikiu, yaitu tradisi melantunkan zikir dan puji-pujian kepada Allah SWT serta salawat kepada Nabi Muhammad SAW secara bersama-sama.

Tradisi ini telah berkembang secara turun-temurun di berbagai desa di Kampar dan menjadi bagian penting dalam kegiatan keagamaan masyarakat. Badikiu diyakini berasal dari tradisi dakwah para ulama yang memadukan syiar Islam dengan budaya lokal sehingga ajaran agama lebih mudah diterima oleh masyarakat Kampar.

Dikutip dari Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kampar, Badikiu mengandung nilai budaya dan nilai keagamaan yang sangat kuat. Dari sisi budaya, tradisi ini mencerminkan semangat gotong royong, kebersamaan, penghormatan kepada para ulama, serta pelestarian adat Melayu Kampar yang berlandaskan falsafah adat bersendi syarak, syarak bersendi Kitabullah.

Sementara dari sisi keagamaan, Badikiu menjadi media untuk memperkuat keimanan, memperbanyak zikir kepada Allah, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan akhlak mulia kepada generasi muda. Melalui lantunan zikir yang dilakukan secara bersama-sama, masyarakat diajak untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

Dalam pelaksanaannya, Badikiu umumnya digelar di masjid, surau, atau rumah-rumah warga pada berbagai momentum keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, doa syukuran, kenduri adat, maupun acara keagamaan lainnya. Kegiatan dipimpin oleh tokoh agama atau imam yang diikuti oleh jamaah dengan irama zikir yang khas. Selain menjadi sarana ibadah, Badikiu juga berfungsi mempererat hubungan sosial antarmasyarakat, memperkuat silaturahmi, dan menjadi media pewarisan nilai-nilai budaya kepada generasi muda agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Di tengah arus modernisasi, keberadaan tradisi Badikiu masih tetap dijaga meskipun intensitas pelaksanaannya di beberapa daerah mulai berkurang karena perubahan pola hidup masyarakat dan berkurangnya minat generasi muda terhadap tradisi lisan. Namun demikian, berbagai komunitas adat, tokoh agama, ninik mamak, serta masyarakat Kampar terus berupaya mempertahankan tradisi ini melalui pelaksanaan rutin dalam kegiatan keagamaan dan adat. Kesadaran masyarakat bahwa Badikiu merupakan identitas budaya sekaligus media dakwah menjadi modal penting dalam menjaga keberlangsungannya.

Pemerintah Kabupaten Kampar melalui Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Kampar, bersama perangkat daerah yang membidangi kebudayaan serta dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV Kementerian Kebudayaan, terus mendorong pelestarian berbagai tradisi daerah melalui dokumentasi, publikasi, pembinaan komunitas budaya, serta penyelenggaraan kegiatan seni dan budaya. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga eksistensi Badikiu sebagai warisan budaya tak benda yang tidak hanya memperkaya khazanah budaya Melayu Riau, tetapi juga memperkuat jati diri masyarakat Kampar di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....