Festival Angon Bocah 2026 Siap Angkat Permainan Tradisional dan Budaya Jawa

  • 17 Jul 2026 11:36 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Festival Angon Bocah kembali digelar sebagai perayaan Hari Anak Nasional dengan mengusung tema Tekun Teken Tekan, konsep budaya yang sarat makna tentang ketekunan, proses, dan pegangan hidup. Memasuki penyelenggaraan ke-11, festival ini akan berlangsung pada 25–26 Juli 2026 di Kampung Demakan Lama, Yogyakarta.

"Tekun Teken Tekan diambil dari bahasa Jawa, tema tersebut punya makna filosofis bahwa setiap perjalanan menuju tujuan membutuhkan ketekunan. Serta pegangan hidup layaknya tongkat penyangga dalam kehidupan," ujar Koordinator Humas dan Sponsor Festival Angon Bocah, Arum, dalam obrolan Sore Ceria Pro2 Jogja, pada Kamis, 9 Juli 2026.

Arum menjelaskan Festival Angon Bocah merupakan agenda tahunan untuk memperingati Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli. Oleh karena itu, pelaksanaannya selalu dijadwalkan pada akhir pekan terdekat agar lebih banyak keluarga yang dapat menikmati seluruh rangkaian kegiatan.

"Tujuan Festival Angon Bocah sejak awal adalah memperkenalkan kembali kebudayaan dan permainan tradisional kepada anak-anak serta masyarakat sekitar," ujar Arum. Ia menambahkan regenerasi peserta dan panitia terus berlangsung sehingga generasi baru dapat ikut mengenal sekaligus melestarikan budaya lokal sejak usia dini.

Ketua II Festival Angon Bocah, Dotu Sakti, mengatakan keterlibatan anak-anak sudah dimulai jauh sebelum festival berlangsung melalui berbagai kegiatan kreatif. Mereka mengikuti workshop membuat layang-layang, permainan tradisional, hingga membantu panitia menyiapkan properti yang akan digunakan selama penyelenggaraan festival.

"Anak-anak bukan hanya datang sebagai penonton, tetapi juga ikut berkontribusi mempersiapkan festival sejak beberapa minggu sebelumnya," ujar Dotu. Menurutnya, antusiasme warga juga sangat tinggi karena orang tua hingga tokoh masyarakat ikut bergotong royong setiap kali persiapan dilaksanakan.

Selain menghadirkan arena edukasi permainan tradisional, Festival Angon Bocah juga diramaikan Pasar Wutah yang menampilkan sekitar 50 stan UMKM. Pengunjung dapat menemukan beragam kuliner, kerajinan tangan, pakaian, hingga merchandise hasil karya warga Kampung Demakan maupun pelaku usaha dari luar wilayah.

Berbagai pertunjukan budaya turut menjadi daya tarik utama, mulai dari kirab Angon Bocah, karawitan, jathilan, barongan, hadroh, hingga penampilan sekolah-sekolah sekitar. Festival juga menghadirkan sentuhan modern melalui pertunjukan cosplay, photo booth, serta visual tematik yang disesuaikan dengan selera generasi muda tanpa meninggalkan identitas budaya Jawa.

Dotu menuturkan Festival Angon Bocah tidak hanya ditujukan bagi anak-anak, melainkan menjadi ruang berkumpul seluruh kalangan untuk menikmati budaya bersama. Masyarakat yang ingin memperoleh informasi lengkap mengenai jadwal maupun rangkaian acara dapat mengunjungi akun Instagram dan TikTok @angonbocahdemaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....