Rasa Malu sebagai Pengendali Diri agar Terhindar dari Judi Online
- 16 Jul 2026 07:19 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Hilangnya rasa malu menjadi salah satu faktor yang menyebabkan praktik judi online semakin mudah diterima di tengah masyarakat. Dalam Islam, rasa malu bukan sekadar sifat terpuji, melainkan bagian dari keimanan yang berfungsi sebagai pengendali seseorang agar tidak terjerumus dalam perbuatan dosa. Hal tersebut dikatakan oleh Ustaz Amirullah, SS., M.Ag - Da'i IDMI (Ikatan Muda Indonesia) dalam Apresiasi Budaya Lokal Pro4 RRI Makassar pada hari Selasa, 14 Juli 2026.
Amirullah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Al-hayā'u minal īmān" yang berarti malu adalah bagian dari iman. Selain itu, dalam hadis riwayat Bukhari disebutkan, "Apabila engkau sudah tidak memiliki rasa malu, maka berbuatlah sesukamu”, hadis tersebut menunjukkan bahwa rasa malu merupakan rem moral dalam kehidupan manusia. Ketika rasa malu hilang, seseorang akan kehilangan kendali terhadap perilakunya sehingga lebih mudah melakukan berbagai bentuk kemaksiatan, termasuk terjerumus dalam judi online.
"Ibarat sebuah kendaraan, jika remnya rusak maka kendaraan akan melaju tanpa kendali dan berpotensi menabrak apa saja. Begitu pula manusia, ketika rasa malunya hilang, ia (manusia) akan semakin mudah melakukan dosa dan berbagai perbuatan yang dilarang agama,” ujarnya.
Amirullah menekankan bahwa upaya mengembalikan budaya malu harus dimulai dari tiga lingkungan utama. Pertama, membangun rasa malu di hadapan masyarakat. Seseorang seharusnya merasa malu apabila diketahui oleh tetangga atau lingkungan sekitar sebagai pelaku judi online.
Kedua, menumbuhkan rasa malu kepada keluarga. Menurutnya, pelaku judi perlu menyadari bahwa uang yang seharusnya digunakan untuk memenuhi kebutuhan istri, anak, dan orang tua justru habis untuk berjudi. Akibatnya, keluarga menjadi pihak yang paling dirugikan.
Untuk menggambarkan besarnya dampak judi, Ia memberikan sebuah perumpamaan. Pencuri memang berbahaya karena dapat mengambil harta benda di dalam rumah. Namun, kebakaran dinilai lebih berbahaya karena mampu menghanguskan seluruh isi rumah beserta bangunannya.
"Kalau pencuri hanya mengambil isi rumah, rumahnya masih ada. Kalau kebakaran, seluruh isi rumah dan bangunannya bisa habis. Tetapi ternyata ada yang lebih berbahaya lagi, yaitu penjudi," katanya.
Ia menjelaskan, seorang penjudi tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga dapat kehilangan rumah, tanah, bahkan keharmonisan keluarganya. Tidak sedikit kasus yang berujung pada perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga tindak kriminal akibat kecanduan judi. Kondisi yang lebih memprihatinkan terjadi ketika seseorang menjadi penjudi sekaligus penyalahguna narkoba. Kombinasi tersebut akan menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar, baik bagi diri sendiri maupun keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Selain membangun rasa malu kepada masyarakat dan keluarga, yang paling penting adalah menumbuhkan rasa malu kepada Allah SWT. Seorang muslim harus menyadari bahwa seluruh perbuatannya berada dalam pengawasan Allah SWT. Dengan merasa diawasi oleh Allah SWT, seseorang akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan serta berupaya menjaga diri dari segala bentuk perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama.
"Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Qaf ayat 16–18 yang menjelaskan bahwa Allah SWT mengetahui segala bisikan hati manusia dan telah menugaskan malaikat untuk mencatat setiap amal yang dilakukan. Oleh karena itu, tidak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari pengawasan-Nya.
Ustaz Amirullah juga mengutip nasihat Imam Hasan Al-Bashri rahimahullah tentang cara menjaga diri agar tetap dekat kepada Allah. Pertama, meyakini bahwa amal ibadah tidak dapat diwakilkan oleh orang lain sehingga setiap muslim harus bersungguh-sungguh dalam beribadah. Kedua, meyakini bahwa rezeki telah ditentukan Allah sehingga tidak perlu mencarinya melalui jalan yang haram. Ketiga, menyadari bahwa setiap manusia selalu berada dalam pengawasan Allah sehingga akan muncul rasa malu apabila Allah mendapati dirinya sedang melakukan kemaksiatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....