Macapat: Serat Centhini, Diplomasi Sunan Giri dan Pangeran Pekik
- 15 Jul 2026 20:45 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Stasiun siaran PRO 4 RRI Surabaya kembali memanjakan para pencinta budaya Jawa melalui program unggulan Dialog Tanjung Perak Malam Macapat, edisi Rabu, 15 Juli 2026. Dialog interaktif malam ini secara khusus membedah salah satu karya sastra monumental Nusantara, Serat Centhini
Adapun fokus bahasan yang dimunculkan adalah Sowanipun Pangeran Pekik ing Giri Kedhaton Rembug Supados Sunan Giri Nungkul Maring Nagri Mataram (Sowannya Pangeran Pekik ke Giri Kedhaton untuk membujuk Sunan Giri agar takluk kepada Kerajaan Mataram).
Hadir sebagai narasumber dalam dialog malam ini adalah Ki Alfaris Suwondo Saputro, yang merupakan Kepala Seksi (Kasi) Umum Yayasan Macapat Among Tani Mojopahit, Trowulan, Mojokerto.
Dalam pemaparannya, Ki Alfaris menjelaskan bahwa episode sowannya Pangeran Pekik ke Giri Kedhaton merupakan salah satu bagian krusial dalam Serat Centhini yang sarat akan muatan sejarah, politik, sekaligus nilai-nilai kemanusiaan.
Pangeran Pekik, yang merupakan ipar dari Sultan Agung (Raja Mataram), diutus khusus untuk melakukan lobi diplomatik guna menghindari pertumpahan darah yang lebih besar. Mataram saat itu tengah gencar melakukan ekspansi wilayah dan ingin menyatukan tanah Jawa, termasuk wilayah spiritual yang sangat dihormati, Giri Kedhaton (Gresik).
"Pertemuan antara Pangeran Pekik dan Sunan Giri dalam serat ini tidak hanya digambarkan sebagai negosiasi politik yang dingin, melainkan sebuah dialog kebudayaan yang dikemas sangat indah dalam tembang-tembang macapat. Ada pergulatan batin, rasa hormat, sekaligus ketegasan prinsip di dalamnya," ujar Ki Alfaris.
Melalui Yayasan Macapat Among Tani Mojopahit, Ki Alfaris terus konsisten menyuarakan pentingnya membaca sejarah bukan sekadar angka dan tahun, melainkan nilai filosofis yang terkandung di dalamnya. Menurutnya, Serat Centhini adalah "ensiklopedia" kebudayaan Jawa yang terlengkap.
Dalam siaran interaktif tersebut, beberapa bait macapat yang menggambarkan suasana diplomasi bersejarah tersebut turut dilantunkan secara apik, membawa para pendengar larut dalam atmosfer Jawa klasik abad ke-17.
Dialog yang dipandu oleh Chandra penyiar PRO 4 RRI Surabaya ini mendapat respons yang sangat hangat dari masyarakat pendengar, baik melalui saluran telepon interaktif maupun komentar di media sosial. Banyak pendengar yang mengapresiasi pengupasan Serat Centhini ini karena dinilai mampu memberikan sudut pandang baru yang lebih humanis mengenai hubungan Mataram dan Giri Kedhaton.
Melalui program Dialog Tanjung Perak Malam Macapat, RRI Surabaya berkomitmen untuk terus menjadi wadah pelestarian seni tradisi dan sejarah, sekaligus mendekatkan generasi muda dengan mahakarya sastra leluhur seperti Serat Centhini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....