Museum Tosan Aji Purworejo Sulap Sejarah Jadi Pengalaman Belajar yang Menarik
- 14 Jul 2026 15:25 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Purworejo – Museum Tosan Aji menghadirkan cara baru mengenalkan sejarah kepada masyarakat melalui Pameran Temporer Prasama Miyara #2. Pameran yang berlangsung pada 13–15 Juli 2026 di Lapangan Tenis Kompleks Pendopo Kabupaten Purworejo itu dikemas secara interaktif agar pengunjung dapat belajar sejarah dengan cara yang lebih menarik dan menyenangkan.
Pameran yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo tersebut menghadirkan berbagai koleksi museum dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain menampilkan benda-benda bersejarah, kegiatan juga diramaikan pertunjukan seni dan beragam aktivitas edukatif bagi pelajar maupun masyarakat umum.
Bupati Purworejo, Yuli Hastuti, mengapresiasi kolaborasi berbagai museum dalam penyelenggaraan pameran tersebut. "Partisipasi museum-museum dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan DIY juga menjadi wujud nyata semangat kolaborasi dalam menjaga, memperkenalkan dan memajukan budaya kepada masyarakat," ujarnya, Selasa, 14 Juli 2026.
Mengusung tema Prasama Miyara, pameran ini mengajak masyarakat ikut melestarikan warisan budaya. "Warisan budaya yang kita miliki perlu terus dirawat, dikenalkan dan diwariskan agar tetap hidup serta memberi manfaat bagi generasi yang akan datang," katanya.
Yuli juga menilai museum memiliki peran penting sebagai ruang belajar yang menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan budaya daerah. Ia mengapresiasi Museum Tosan Aji yang terus bertransformasi menjadi museum yang modern, interaktif, dan inklusif, ditandai dengan raihan Akreditasi B.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Yudhie Agung Prihatno, mengatakan pameran dirancang sebagai media edukasi yang memadukan sejarah, seni, dan sains melalui penyajian yang visual dan kontekstual. Dengan konsep tersebut, pengunjung tidak hanya melihat koleksi, tetapi juga diajak terlibat langsung dalam memahami cerita di balik setiap peninggalan sejarah.
"Penyajiannya dikemas secara visual dan kontekstual. Selain sebagai sarana rekreasi, kita juga memberikan pengalaman dan menciptakan ruang yang menyenangkan dan interaktif sehingga pengunjung dapat terlibat langsung dengan cerita atau sejarah masa lalu sebagai destinasi wisata," ujar Yudhie.
Melalui Pameran Prasama Miyara #2, Dindikbud berharap literasi sejarah dan budaya masyarakat terus meningkat. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu mendorong kunjungan wisata serta menggerakkan perekonomian daerah melalui keterlibatan pelaku UMKM.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....