Disbudpar Jatim Usulkan Jaranan dan Tempe Jadi Warisan Dunia

  • 13 Jul 2026 15:35 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jatim terus mendorong pengakuan internasional terhadap kekayaan budaya daerah. Saat ini, tengah mengusulkan kesenian jaranan dan tempe agar ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Jatim, Sadari, Senin 13 Juli 2026. Menurutnya, upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melestarikan sekaligus mengangkat budaya lokal ke tingkat dunia.

"Tahun ini mudah-mudahan kita sedang memperjuangkan jaranan dan tempe, mudah-mudahan nanti bisa mendapatkan pengakuan dunia juga," ujar Sadari.

Ia menjelaskan, Indonesia telah memiliki sejumlah warisan budaya yang diakui UNESCO. Wayang kulit menjadi salah satu yang pertama memperoleh pengakuan dunia pada 2003, kemudian disusul keris, gamelan, pencak silat, jamu, hingga Reyog Ponorogo.

Sadari menegaskan bahwa pelestarian budaya memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Ia mencontohkan pergelaran wayang kulit merupakan salah satu langkah nyata untuk menjaga eksistensi warisan budaya sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat luas.

"Ini merupakan langkah upaya kita bersama dalam melestarikan warisan budaya kita," katanya.

Sadari berharap dukungan masyarakat terus menguat sehingga berbagai warisan budaya Jawa Timur. Termasuk jaranan dan tempe, dapat memperoleh pengakuan sebagai warisan budaya dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....