Dilema Orang Tua Memilih Usia Masuk SD

  • 13 Jul 2026 14:13 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu : Menentukan waktu yang tepat untuk memasukkan anak ke Sekolah Dasar (SD) sering menjadi dilema bagi banyak orang tua. Sebagian memilih saat anak berusia 6 tahun agar tidak tertinggal dari teman sebayanya, sementara yang lain lebih nyaman menunggu hingga usia 7 tahun agar anak dinilai lebih siap mengikuti proses belajar.

Keputusan tersebut sebaiknya tidak hanya didasarkan pada usia kronologis, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan anak secara menyeluruh. Kesiapan ini meliputi kemampuan berkomunikasi, mengendalikan emosi, bersosialisasi, mengikuti aturan, serta memiliki kemandirian dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Penelitian yang dilakukan oleh National Institute for Early Education Research (NIEER) mengenai school readiness menunjukkan bahwa kesiapan sekolah dipengaruhi oleh perkembangan kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan kesehatan fisik anak. Anak yang memiliki kesiapan yang baik cenderung lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan mampu mengikuti pembelajaran secara optimal, terlepas dari perbedaan usia beberapa bulan.

Di Indonesia, ketentuan usia masuk SD telah diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa calon peserta didik kelas 1 SD berusia 7 tahun menjadi prioritas, sedangkan anak berusia paling rendah 6 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan juga dapat diterima, bahkan dalam kondisi tertentu anak berusia minimal 5 tahun 6 bulan dapat mendaftar dengan rekomendasi psikolog profesional atau dewan guru.

Apabila anak telah mampu mengikuti instruksi, berinteraksi dengan teman, serta menunjukkan minat belajar yang baik pada usia 6 tahun, maka memasuki SD dapat menjadi pilihan yang tepat. Namun, jika anak masih membutuhkan waktu untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosionalnya, menunggu hingga usia 7 tahun bukanlah sebuah keterlambatan.

Para psikolog anak juga mengingatkan agar orang tua tidak terlalu terpaku pada perbandingan dengan anak lain. Setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda sehingga keputusan terbaik adalah yang sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing anak.

Pada akhirnya, dilema memilih usia masuk SD bukan tentang siapa yang lebih cepat atau lebih lambat, melainkan tentang memastikan anak siap menjalani proses belajar dengan percaya diri dan bahagia. Dengan mempertimbangkan kesiapan fisik, emosional, sosial, serta kemampuan belajar, orang tua dapat mengambil keputusan yang lebih bijaksana demi mendukung keberhasilan pendidikan anak di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....