Rico Waas Sebut Rekor MURI Kulcapi Jadi Pemicu Pelestarian Budaya

  • 06 Jul 2026 22:41 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Pemerintah Kota Medan meraih pengakuan Rekor Dunia dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori Pagelaran Kulcapi oleh Peserta Terbanyak di Dunia. Penghargaan tersebut diraih melalui penampilan kolosal 100 pemain kulcapi pada malam hiburan rakyat Pesona Colorful Medan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-436 Kota Medan di Lapangan Merdeka Medan.

Sebanyak 100 peserta yang didominasi remaja dan anak-anak memainkan alat musik tradisional Karo, kulcapi, secara serentak hingga berhasil memecahkan rekor dunia. Penampilan tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT ke-436 Kota Medan.

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengatakan capaian tersebut diharapkan menjadi pemicu untuk terus mengembangkan dan memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Kota Medan.

"Ini kan trigger. Artinya kita memiliki kebudayaan yang sangat banyak, sangat luas, dan potensi anak-anaknya juga hebat-hebat. Ini mendorong agar nantinya kebudayaan-kebudayaan kita makin berkembang," kata Rico kepada wartawan, Senin, 6 Juli 2026.

Menurut Rico, Kota Medan memiliki keragaman budaya yang menjadi kekuatan sekaligus identitas daerah. Setelah mengangkat budaya Karo melalui pagelaran kulcapi, ia berharap budaya dari berbagai etnis lain juga semakin mendapat ruang untuk ditampilkan dan dilestarikan.

"Kami percaya Medan memiliki ragam budaya yang bisa dieksplorasi. Kemarin kita dorong Karo. Satu alat musik dimainkan 100 orang, disaksikan begitu banyak orang, dapat Rekor MURI. Ini menjadi sebuah trigger bersama agar nantinya kebudayaan-kebudayaan lain juga harus kita dorong," ujarnya.

Ia menyebut budaya Melayu, Batak, Jawa, Minang, Aceh, dan berbagai etnis lainnya merupakan kekayaan yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Rico juga menilai pertunjukan budaya merupakan bentuk diplomasi lunak (soft diplomacy) yang mampu memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya.

"Saya selalu sampaikan, kebudayaan ataupun kultur-kultur kesukuan seperti ini adalah soft diplomacy kita. Ini menguatkan status kita sebagai negara yang memiliki kebudayaan agar negara-negara lain tertarik untuk hadir, melihat, mempelajari kota ini. Dan itu pasti berdampak pada ekonomi," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....