Semar: Simbol Pemimpin yang Ngemong dan Membumi
- 22 Jun 2026 15:15 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Strategi dakwah kultural ramah kian digencarkan Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Muhammadiyah Jawa Tengah. Pendekatan membumi ini dinilai relevan menjawab tantangan zaman di akar rumput.
Langkah strategis tersebut mendapatkan penguatan langsung dari Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. Penegasan disampaikan saat menerima jajaran LDK PWM Jateng di Yogyakarta, baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua LDK Jateng, AM Jumai menyerahkan cendera mata wayang Semar. Tokoh pewayangan ini merefleksikan esensi nilai dakwah kultural yang mengayom umat.
Figur Semar melambangkan kebijaksanaan, kesederhanaan, dan kedekatan nyata bersama masyarakat kecil. Karakteristik ini menjadi fondasi utama dalam merawat keharmonisan di tengah keberagaman.
Menanggapi simbolisasi itu, Haedar Nashir meminta mimbar agama melebur dengan denyut nadi masyarakat. Menurutnya, dakwah berkemajuan harus hadir memberikan solusi nyata atas realitas kehidupan.
"Dakwah Muhammadiyah harus menggembirakan, mencerahkan, menenangkan, serta memberikan harapan nyata," tegas Haedar. Ia menambahkan syiar Islam tidak boleh kaku atau berjarak dengan umat.
Sementara itu, LDK Jateng tercatat konsisten menembus batas mimbar konvensional melalui seni budaya. Salah satu aksi nyatanya adalah menyelenggarakan 22 kali pagelaran wayang kulit.
Pendekatan lokal ini terbukti efektif sebagai sarana internalisasi nilai Islam yang inklusif. Selain seni, program pemberdayaan juga menyasar kelompok masyarakat marjinal secara berkelanjutan.
Program tersebut meliputi pembinaan mualaf lewat pendekatan personal yang penuh kelembutan hati. LDK Jateng juga mendampingi proses reintegrasi sosial para mantan narapidana terorisme.
Komunitas hobi turut dirangkul melalui gerakan BikersMu untuk mewadahi aktivitas positif anak muda. Strategi inklusif ini menuai apresiasi tinggi dari jajaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Aksi nyata tersebut menjadi bukti syiar Islam bergerak dinamis di luar masjid. Melalui dakwah kultural, Muhammadiyah berkomitmen merangkul sesama tanpa memukul maupun menghakimi.
Langkah inovatif dari Jawa Tengah ini menuai apresiasi tinggi dari PP Muhammadiyah. Melalui strategi dakwah kultural ini, LDK PWM Jateng mengirimkan pesan kuat bagi masa depan syiar Islam di Indonesia.
Menjadi penggerak umat berarti bersedia melayani dengan keteduhan hati. Merangkul tanpa memukul serta mendampingi tanpa menghakimi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....