Kuatkan Karakter Siswa ,SMPN 21 Solo Gelar Adol Basreng
- 10 Mei 2026 13:50 WIB
- Surakarta
Poin Utama
- SMP N 21 Solo
- Adol Basreng
RRI.CO.ID, Surakarta - Halaman SMP Negri 21 Surakarta berubah menjadi panggung nostalgia. Ratusan siswa tampak antusias mengenakan pakaian tradisional anak-anak jaman dahulu dalam sebuah kegiatan unik bertajuk Adol Basreng (Ayo Dolanan Bareng Kanti Seneng lan Regeng). Acara yang digelar Kamis 7 Mei 2026 lalu itu sebagai upaya nyata sekolah dalam menguatkan karakter siswa melalui revitalisasi nilai-nilai budaya Jawa yang mulai luntur di tengah gempuran teknologi digital.
Sejak pagi hingga siang hari, suasana sekolah terasa sangat berbeda. Tidak ada satupun siswa yang menggenggam ponsel . Sebagai gantinya, halaman sekolah dipenuhi dengan keceriaan dan tawa saat para siswa bermain berbagai permainan tradisional, seperti kelereng, lompat tali (gayuk lari), dakon, engklek, hingga gobak sodor. Permainan lain seperti njuk tali njuk emping, betengan, cublak-cublak suweng, hingga bermain layangan turut menyemarakkan suasana. Keceriaan semakin lengkap dengan iringan tembang-tembang dolanan Jawa yang diputar sepanjang acara, menciptakan atmosfer kehidupan masa lalu yang hangat dan penuh kebersamaan.
Selain wajib memainkan permainan tradisional, para siswa juga diwajibkan berkomunikasi menggunakan Bahasa Jawa. Hal ini bertujuan untuk membiasakan kembali unggah-ungguh dan tata krama dalam pergaulan sehari-hari.
Kepala SMP Negri 21 Surakarta, Wegang Sulanjari, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar bermain, melainkan strategi edukatif untuk membentuk kepribadian siswa. "Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya kita sekaligus menguatkan karakter siswa,” ungkapnya.
Melalui permainan tradisional, anak-anak belajar bersosialisasi secara nyata tanpa gangguan HP. Karena dalam permainan itu terkandung nilai gotong royong, tepa selira (tenggang rasa), kebersamaan, serta mengasah empati dan kepedulian antar sesama.
Salah satu siswa, Rachma mengatakan bahwa kegiatan bermain bersama ini sangat menyenangkan.
“ Ternyata permainan tradisional sangat menyenangkan, kami juga bebas bergerak , bernyanyi dan bercanda dengan teman-teman pokoknya senang sekali “, katanya di sela bermain engklek. Ditambahkan Wegang , Inisiatif sekolah ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari para orang tua siswa. Mereka menilai kegiatan seperti ini sangat positif untuk mengurangi ketergantungan anak pada gawai (gadget) sekaligus memberikan pengalaman sosial yang berharga.
Melihat antusiasme yang luar biasa dan dampak positif yang dihasilkan, pihak sekolah berencana menjadikan Adol Basreng sebagai agenda rutin bulanan. Dengan demikian, diharapkan nilai-nilai luhur budaya Jawa dapat meresap kuat ke dalam jiwa para siswa SMPN 21 Surakarta, dan menjadikan mereka generasi yang adaptif namun tetap memegang teguh akar budayanya. (Wegang/Ita)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....