Membaca Budaya Kalbar Melalui Seni Gambar
- 27 Apr 2026 10:35 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak: Puji Rahayu, seniman rupa budaya Kalbar dalam acara ngander RRI Pro 4 Pontianak, Senin, 27 April 2026, pagi menyampaikan bahwa seni menggambar bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan denyut hidup yang terus bergerak di tengah perubahan zaman. Melalui seni gambar, para seniman Kalimantan Barat (Kalbar) membaca ulang identitas lokal dalam bingkai modernitas yang terus berkembang.
Seni gambar menjadi medium reflektif untuk menangkap realitas sosial, adat, dan dinamika masyarakat. Goresan visual menghadirkan narasi tentang tradisi Dayak, Melayu, dan Tionghoa dalam satu ruang dialog yang terbuka.
Dalam wacana modernitas, seniman Kalbar tidak sekadar melestarikan, tetapi juga menafsirkan ulang budaya. Motif ukiran, simbol ritual, dan lanskap alam diolah dengan pendekatan kontemporer yang lebih kritis dan ekspresif.
Perjumpaan antara tradisi dan modernitas melahirkan karya yang tidak kaku, melainkan dinamis dan relevan. Seni gambar menjadi jembatan antara generasi lama dan generasi baru dalam memahami akar budaya mereka.
Seniman Kalbar juga menyisipkan kritik sosial dalam karya mereka sebagai respons terhadap perubahan zaman. Isu lingkungan, urbanisasi, hingga pergeseran nilai budaya divisualkan dengan bahasa rupa yang kuat dan menggugah.
Pesan yang disampaikan bukan hanya tentang keindahan estetika, tetapi juga kesadaran akan jati diri. Melalui karya, masyarakat diajak untuk tidak kehilangan arah di tengah arus globalisasi yang begitu cepat.
Pada akhirnya, membaca budaya Kalbar melalui seni gambar adalah upaya memahami siapa kita di masa kini. Modernitas bukan ancaman, melainkan ruang baru untuk merawat, menghidupkan, dan memperkenalkan budaya kepada dunia.
Baca juga: Tokoh Dayak: Naik Dango Kini Bukan Sekadar Tradisi, tapi Event Wisata Dunia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....