Decluttering: Cara Sederhana Merapikan Rumah yang Berdampak Besar pada Kesehatan
- 21 Apr 2026 09:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Rumah yang penuh barang sering kali dianggap hal biasa. Lemari yang sesak, meja yang dipenuhi tumpukan, hingga barang lama yang tak pernah dipakai lagi kerap dibiarkan begitu saja. Padahal, kondisi ini tidak hanya memengaruhi kerapian rumah, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental.
Tren decluttering atau mengurangi barang yang tidak diperlukan kini semakin banyak diminati. Bukan sekadar mengikuti gaya hidup minimalis, kebiasaan ini juga terbukti membantu menciptakan pikiran yang lebih tenang dan fokus.
Menurut psikolog Diane Roberts Stoler dalam artikel di Psychology Today (psychologytoday.com), tumpukan barang dapat menjadi distraksi visual yang membebani otak. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat meningkatkan beban kognitif dan menurunkan kemampuan otak dalam mengingat serta memproses informasi.
Lingkungan yang berantakan membuat seseorang lebih mudah terdistraksi, sulit berkonsentrasi, dan cenderung merasa lelah secara mental. Sebaliknya, ruang yang rapi dan terorganisir membantu meningkatkan produktivitas, membuat suasana hati lebih stabil, serta memudahkan seseorang dalam berpikir jernih.
Tak hanya itu, berbagai penelitian juga menunjukkan adanya kaitan antara kondisi rumah yang tidak teratur dengan stres, kecemasan, hingga depresi. Lingkungan yang berantakan dapat memicu rasa frustrasi, kewalahan, bahkan rasa bersalah karena merasa tidak mampu mengelola keadaan.
Dalam beberapa kasus, kondisi ini menjadi lingkaran yang berulang, di mana rasa lelah dan stres membuat seseorang semakin sulit untuk mulai merapikan. Selain berdampak pada mental, banyaknya barang juga secara tidak langsung menguras energi.
Setiap barang membutuhkan waktu dan perhatian untuk dirawat, disimpan, dan dicari saat dibutuhkan. Semakin banyak barang yang dimiliki, semakin besar pula energi yang harus dikeluarkan untuk mengelolanya. Hal sederhana seperti mencari barang yang terselip pun bisa menimbulkan stres kecil dalam keseharian.
Mengurangi barang yang tidak lagi digunakan dapat menciptakan ruang yang lebih lega dan memberikan “ruang napas” bagi penghuninya. Aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis, dan waktu yang biasanya terbuang untuk mencari atau merapikan barang bisa dialihkan ke hal lain yang lebih penting.
Salah satu langkah yang bisa dilakukan dalam decluttering adalah mendonasikan barang yang masih layak pakai. Selain membantu merapikan rumah, cara ini juga memberi manfaat bagi orang lain yang membutuhkan.
Barang seperti pakaian, peralatan rumah tangga, atau buku yang sudah tidak digunakan bisa memiliki nilai baru bagi orang lain. Bagi yang ingin mulai, tidak perlu langsung merapikan seluruh rumah sekaligus. Mulailah dari hal kecil, seperti satu laci atau satu sudut ruangan.
Jika sulit melepaskan barang karena nilai kenangan, cara sederhana seperti memotretnya dapat menjadi solusi agar kenangan tetap tersimpan tanpa harus menumpuk barang. Dengan ruang yang lebih tertata, pikiran pun menjadi lebih ringan, suasana hati lebih tenang, dan aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....