Sanggar Pasinaon Pambiwara Keraton Kasunanan Surakarta akan Mewisuda 102 Siswa

  • 23 Mei 2026 17:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sanggar Pasinaon Pambiwara Keraton Kasunanan Surakarta akan menyelenggarakan acara Purnawiyata atau wisuda siswa Sanggar Pasinaon Pambiwara pada Sabtu, 23 Mei 2026 di Bangsal Smarakata, Karaton Surakarta.

Sanggar Pasinaon Pambiwara berada di bawah yayasan Pawiyatan Kabudayan Keraton Kasunanan Surakarta akan mewisuda 102 siswa yang terdiri atas siswa dari Punjer (Pusat) Keraton Surakarta angkatan (babaran) 43 sebanyak 53 Siswa, Cabang (Pang) Semarang angkatan ke 31 sebanyak 6 siswa , cabang Blitar angkatan ke 26 sebanyak 43 siswa serta cabang malang tidak mengirtimkan siswa.

Pangarso Sanggar Pasinaon Pambiwara Keraton Sutakarta Bambang Irawan yang biasa disebut KPH. Raditya Lintang Sasongka dalam siaran persnya pada Jumat, 21 Mei 2025 di salah satu rumah makan di Solo mengatakan sejak berdirinya 16 September 1993 hingga angkatan ke 43 ini memiliki Visi konservasi dan preservasi atau pelestarian budaya jawa yang bersumber dari keraton Surakarta Hadiningrat.

Sedangakan Misi Sanggar Pasinaon Pambiwara mensosialisasikan kebudayaan keraton kasunanan surakarta baik warisan budaya tak benda kepada masyarakat luas, melakukan konservasi, pelestarian maupun pengembangan bahasa jawa melalui pasinaon atau pendidikan pambiwara serta pencetak pambiwara yang berjiwa budaya serta Nguri uri budaya yang bersumber dari keraton.

"Total siswa yang telah menempuh pasinaon hingga lulus dari Pasinaon di Sanggar Pasinaon Pambiwara keraton surakarta sebanyak 2.978 siswa dari 3.788 siswa yang mengikuti pasinaon.Dengan demikian rata rata jumlah siswa perangkatan adalah sekitar 69 siswa," katanya .

Dikatakan Bambang Untuk siswa angkatan kali ini , berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan seperti PNS, Dosen, Dokter ,Perias dan Petani dari usia yang paling muda siswa kelas XII SMA sedangkan siswa paling senior berasal dari Blitatr berusia 84 tahun.

Sanggar pawiyatan ini dari tahun ke tahun tren anak muda yang menjadi siswa terus meningkat. Sebelum dinyatakan lulus para siswa mendapatkan materi selama enam bulan dengan jadwal dua kali dalam sepekan.

Adapun mata pelajaran (Wucalan) yang diberikan pada siswa terdiri atas teori (sesuluh/ kawruh) 40 persen, dan 60 persen Praktik (Gladhen/ Tumindak).

Mata Pelajaran teori atau kawruh antara lain pancasila, kabudayan jawi, basa jawi, tatakrama, dan kesusilan, kawruh gending,kawruh beksan. Sedangkan mata pelajaran praktik antara lain seratan jawi, basa tulis aksara jawa, tata busana jawi, tata cara upacara mantu, nembang macapat dan lain sebagainya.

"Siswa juga mendapatkan pengalaman lapangan tambahan berupa nepangaken wewangunan, keraton, atau mengenalkan bangunan, arsitektuer keraton, ziarah ke makam raja raja di kota gede dan Imogiri," kata Bambang.

Disamping itu juga evaluasi belajar siswa terdiri atas pendadaran sinerat atau ujian tertulis dan ujian praktik, ujian tertulis diselenggarakan dengan cara luring maupun daring.

Sedangkan, para pengajar di sanggar pasinaon pambiwora terdiri Akademisi, dan praktisi yang berkompeten dan mumpuni dibidangnya. antara lain KPH. Raditya lintang Sasongko yang juga dikenal Bambang Irawan, Joko Daryanto, KGPH Puger KP Bowodiningrat, KP.S. tasik Woropeni Setyaningrum dan BRM Suryo. (SF)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....