Tradisi Cheng Beng Bakti Leluhur dan Pemersatu Keluarga di Bangka

  • 05 Apr 2026 09:52 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat – Tradisi Cheng Beng atau Sembahyang Kubur di Pulau Bangka menjadi magnet pemersatu keluarga dan simbol bakti kepada leluhur. Hal ini terungkap dalam Program interaktif "Ngupi Pagi" di RRI Pro 4 Sungailiat, pagi ini.

Tradisi tahunan masyarakat Tionghoa tersebut untuk berziarah, membersihkan makam, dan mendoakan leluhur sebagai wujud bakti. Di Bangka, tradisi ini dirayakan dengan sangat meriah dan khidmat.

Salah satu peziarah, Ayau, melalui sambungan telpon menuturkan bahwa dirinya sejak fajar menyingsing sudah berangkat untuk melaksanakan ritual di Pekuburan Sentosa, Pangkalpinang.

"Tadi dari jam 5 pagi saya dan keluarga sudah di kuburan dan membawa perlengkapan untuk sembahyang," ujar Ayau. Minggu, 5 April 2026.

Persiapan yang dibawa pun cukup lengkap, mulai dari dua ekor ayam, babi, hingga aneka kue dan perlengkapan ibadah lainnya.

Bagi Ayau, kehadiran fisik di makam dan penyajian sesaji adalah kewajiban moral seorang anak cucu yang harus terus dijaga setiap tahunnya.

Senada dengan itu, seorang peziarah asal Jakarta, Meiling, mengaku sengaja pulang kampung demi menjaga tradisi tahunan ini dan bertemu sanak saudara.

"Saya setiap tahun usahakan pulang ke Bangka khusus untuk Cheng Beng," ujar Meiling.

Bagi para perantau, Cheng Beng memiliki makna sosial yang sangat mendalam karena menjadi ajang berkumpulnya keluarga besar dari berbagai penjuru daerah.

Meiling juga menekankan pentingnya regenerasi agar anak cucu yang lahir di perantauan tidak kehilangan akar budaya mereka di tanah kelahiran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....