Cokelat, Simbol Manis Hari Kasih Sayang
- 14 Feb 2026 14:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Cokelat selalu identik dengan perayaan Hari Valentine setiap 14 Februari. Tradisi ini ternyata punya akar sejarah panjang yang bermula dari Eropa pada abad ke-19.
Melansir dari History.com, perayaan Valentine sendiri dikaitkan dengan sosok Saint Valentine. Ia dikenal sebagai figur yang diasosiasikan dengan cinta dan kasih sayang.
Namun, hubungan cokelat dengan Valentine baru muncul jauh setelahnya. Tradisi memberi cokelat mulai populer pada era Victoria di Inggris.
Menurut Smithsonian Magazine, revolusi industri membuat produksi cokelat menjadi lebih massal dan terjangkau. Dari sinilah cokelat mulai dipasarkan sebagai hadiah romantis.
Peran penting datang dari perusahaan cokelat asal Inggris, Cadbury. Pada 1860-an, mereka memperkenalkan kotak cokelat berbentuk hati khusus untuk hari Valentine.
Tokoh di balik ide tersebut adalah Richard Cadbury. Ia merancang kemasan cantik yang bisa disimpan kembali sebagai kotak kenang-kenangan.
Strategi ini sukses besar karena memadukan rasa manis dengan simbol cinta. Sejak saat itu, cokelat perlahan menjadi hadiah wajib saat Valentine.
Secara psikologis, cokelat juga dianggap punya efek meningkatkan suasana hati. Kandungan seperti theobromine dan phenylethylamine sering dikaitkan dengan perasaan bahagia.
Tak heran jika cokelat kemudian dipromosikan sebagai simbol kasih sayang dan kehangatan. Industri permen dan cokelat pun terus memperkuat citra tersebut lewat kampanye pemasaran global.
Kini, tradisi memberi cokelat saat Valentine sudah mengakar di berbagai negara. Dari kotak berbentuk hati hingga edisi spesial terbatas, semuanya menjadi bagian dari momen romantis tiap Februari.
Meski berawal dari strategi pemasaran abad ke-19, maknanya berkembang lebih luas. Cokelat tak lagi sekadar camilan, tetapi simbol manis untuk menyampaikan cinta
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....