Insiden di Dapur MBG Langsa selesai Damai, Video Viral Dinilai Tak Utuh

  • 20 Jul 2026 15:36 WIB
  •  Lhokseumawe

RR.CO.ID, Langsa – Aktivitas dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Paya Bujok Seulemak, Kota Langsa, sempat diwarnai ketegangan setelah terjadi kesalahpahaman antara Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan sejumlah relawan. Perselisihan yang dipicu penerbitan surat peringatan (SP) kepada salah seorang relawan itu berujung adu mulut dan aksi saling dorong sebelum akhirnya diselesaikan secara damai melalui mediasi.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, persoalan bermula ketika pihak SPPG mengeluarkan surat peringatan kepada seorang relawan. Kebijakan tersebut memicu keberatan karena relawan yang bersangkutan mengaku tidak pernah menerima teguran maupun penjelasan sebelumnya terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan. Senin 20 Juli 2026.

Merasa tidak memperoleh kejelasan, sejumlah relawan mendatangi pihak SPPG untuk meminta klarifikasi. Pertemuan yang berlangsung di area dapur MBG itu sempat memanas hingga terjadi cekcok dan aksi saling dorong.

Mengetahui situasi tersebut, Erni Handayani, istri Wakil Bupati Aceh Timur yang turut bertanggung jawab terhadap operasional MBG, segera mendatangi lokasi. Kehadirannya bertujuan meredam ketegangan sekaligus mengajak seluruh pihak menyelesaikan persoalan melalui musyawarah.

Di tengah proses mediasi, potongan video insiden beredar luas di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi. Video tersebut menimbulkan persepsi seolah-olah Erni Handayani ikut terlibat dalam tindakan terhadap Kepala SPPG.

Namun, pihak-pihak yang berada di lokasi membantah narasi tersebut. Mereka menegaskan bahwa video yang beredar hanya menampilkan sebagian kecil rangkaian peristiwa sehingga tidak menggambarkan kronologi secara utuh.

Erni Handayani menegaskan kehadirannya di lokasi semata-mata untuk melerai perselisihan agar konflik tidak semakin meluas. Menurutnya, pendekatan persuasif menjadi langkah terbaik sehingga kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

Kepala SPPG Paya Bujok Seulemak, Fahmi, juga membenarkan sempat terjadi cekcok mulut dan aksi saling dorong. Namun, ia menegaskan situasi berhasil dikendalikan setelah Erni Handayani tiba di lokasi.

"Video itu tidak benar. Ibu Erni datang untuk meleraikan ketegangan yang terjadi. Kalau beliau tidak meleraikan, mungkin saya sempat terkena tendangan salah satu relawan," ujar Fahmi dalam keterangannya,

Menurut Fahmi, potongan video yang beredar tidak memperlihatkan keseluruhan peristiwa sehingga memunculkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat. Ia berharap publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan hanya berdasarkan cuplikan video yang beredar di media sosial.

Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat mengakhiri persoalan secara damai tanpa melanjutkan ke proses hukum. Aktivitas dapur Program Makan Bergizi Gratis di Paya Bujok Seulemak pun kembali berjalan normal untuk melayani kebutuhan penerima manfaat.

Pihak terkait juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial serta mengedepankan klarifikasi terhadap sumber resmi sebelum membentuk opini atas suatu peristiwa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....