PAUD Inklusi Berbasis Kearifan Lokal Wujudkan Pendidikan Tanpa Diskriminasi

  • 20 Jul 2026 13:24 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Inklusi diwujudkan melalui proses belajar berbasis kearifan lokal. Hal tersebut disampaikan Staf Gugah Nurani Indonesia Hendi Rintoko dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi di Pro 1 RRI Yogyakarta, Senin, 20 Juli 2026.

“Proses pembelajaran berbalut muatan lokal, sehingga dapat diikuti siapa saja,” katanya.

Muatan lokal tersebut tercermin melalui bahasa, lagu, maupun motif batik lokal. Bahasa daerah yang digunakan diterapkan dalam pengucapan terima kasih, sapaan, hingga tata krama. Selain itu, lagu anak juga disisipkan lirik bahasa lokal, serta alat peraga pembelajaran menggunakan motif batik khas daerah.

“Kalau Kulon Progo ya batik geblek renteng,” ucapnya.

Menurutnya, mengajarkan dan mengenalkan nilai keberagaman perlu dilakukan sejak dini. “Sehingga ke depan dapat mewujudkan masyarakat berdaya dan aman bagi siapa saja,” ujarnya.

Bukan hanya peserta didik, para pengajar PAUD juga membutuhkan pelatihan agar mampu mengedepankan prinsip inklusivitas. “Apalagi pendidik berasal dari latar belakang yang berbeda,” katanya.

Hendi menambahkan bahwa keberagaman latar belakang pendidik, mulai dari tingkat pendidikan, agama, hingga suku, menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan PAUD Inklusi.

Mengutip laman Paudpedia Kemendikdasmen, PAUD Inklusi merupakan layanan pendidikan bagi anak usia dini dengan beragam kondisi, baik secara fisik, intelektual, maupun latar belakang sosial. Seluruh anak belajar bersama dalam satu kelas tanpa diskriminasi.

Terdapat beberapa komponen utama yang perlu diperhatikan untuk mendukung keberhasilan PAUD Inklusi, antara lain kemudahan aksesibilitas bagi seluruh peserta didik, partisipasi aktif serta dukungan guru, hingga keterlibatan lingkungan, orang tua, dan terapis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....