Belas Kasih Menjadi Inti Pelayanan dan Kehidupan Iman

  • 18 Jul 2026 08:38 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen, mengajak umat untuk menghayati sabda Tuhan dalam Injil Matius 12:7, pesan tersebut menegaskan bahwa belas kasih harus menjadi landasan utama dalam kehidupan beriman, tanpa mengabaikan nilai ketaatan terhadap aturan yang berlaku.

Yesus dan para murid pernah dipersoalkan oleh orang-orang Farisi karena memetik bulir gandum pada hari Sabat. Padahal tindakan itu dilakukan karena para murid lapar dan tidak melanggar hukum, sebab bulir gandum dipetik untuk langsung dimakan. Namun, orang Farisi lebih berfokus pada aturan hari Sabat daripada melihat kebutuhan manusia yang sedang dihadapi.

"Yesus mengajarkan bahwa belas kasih berada di atas aturan-aturan yang dibuat manusia. Aturan tetap penting, tetapi jangan sampai membuat kita kehilangan kepekaan terhadap sesama yang membutuhkan pertolongan,"ujarnya dalam acara Mimbar Agama Katolik di Prosatu RRI Tahuna, (17/7/2026).

Febiyola juga membagikan pengalaman pribadinya saat melayani sebagai prodiakon. Sepupunya yang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Tangerang sangat merindukan menerima Sakramen Mahakudus. Karena rumah sakit tersebut berada di luar wilayah parokinya, ia tidak dapat langsung memberikan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada minggu pertama, pelayanan Sakramen Mahakudus dapat dilakukan oleh prodiakon dari paroki setempat. Namun, pada minggu kedua dan ketiga pelayanan tersebut tidak terlaksana akibat kendala komunikasi. Menjelang minggu keempat, didorong rasa belas kasih, Febiyola kemudian meminta izin kepada pastor kepala paroki untuk mengantarkan Sakramen Mahakudus kepada sepupunya, dan permohonan itu akhirnya disetujui.

"Peraturan Gereja harus dihormati demi ketertiban bersama. Namun ketika menghadapi situasi tertentu, kita perlu mengedepankan belas kasih dengan tetap meminta arahan atau izin dari otoritas Gereja agar pelayanan tetap berjalan sesuai semangat Injil,"ucapnya.

Ia berharap umat Katolik dapat menjadikan ajaran Yesus sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, yakni memadukan ketaatan terhadap aturan dengan semangat kasih kepada sesama. Belas kasih bukanlah alasan untuk mengabaikan aturan, melainkan menjadi jiwa yang menghidupkan setiap pelayanan dan keputusan dalam kehidupan bergereja. (alvrina)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....