Perjuangan Menjadi Ibu Warnai Buku Antologi DWP Universitas Bengkulu
- 17 Jul 2026 09:43 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Peluncuran buku antologi karya 25 anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Bengkulu menjadi penanda semakin berkembangnya budaya literasi di lingkungan kampus. Buku yang memuat kisah-kisah inspiratif para perempuan tersebut resmi diluncurkan melalui seremoni penyerahan simbolis dari Ketua DWP Universitas Bengkulu periode 2025–2029, Dr. Gushevinalti, S.Sos., M.Si., kepada Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata, S.P., M.Si, pada Selasa, 14 Juli 2026 lalu.
Peluncuran buku disaksikan para Wakil Rektor, dekan dan wakil dekan, dosen, serta anggota DWP Universitas Bengkulu. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan talkshow bertema "Transformasi Literasi Seorang Ibu".
Dikutip dari laman unib.ac.id pada Jumat, 17 Juli 2026, Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Indra Cahyadinata, memberikan apresiasi atas konsistensi DWP Universitas Bengkulu dalam menghadirkan berbagai kegiatan yang mendorong peningkatan kapasitas anggotanya. Menurutnya, penerbitan buku antologi tersebut membuktikan bahwa semangat berkarya tidak dibatasi profesi maupun latar belakang seseorang.
Salah seorang penulis dalam buku antologi tersebut, Eny Handayani, pada Kamis, 16 Juli 2026 mengaku bersyukur dapat menjadi salah satu penulis dalam buku antologi tersebut. "Alhamdulillah saya adalah salah satu penulis dalam buku ini, karena sebagai pengurus Dharma Wanita Persatuan Unib, saya juga Ketua Dharma Wanita Persatuan Fakultas Pertanian," ujar Eny Handayani.
Menurut Eny, buku antologi ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena merupakan karya tulis pertamanya. "Tulisan ini merupakan tulisan pertama saya dan juga pengalaman pribadi yang saya tuangkan di dalam buku ini," katanya.
Melalui kisah "Aku Dipanggilnya Ibuk Nenny", Eny menceritakan perjuangan panjang seorang perempuan yang mendambakan hadirnya buah hati hingga akhirnya dapat mendengar panggilan "ibu" dari anaknya. "'Aku Dipanggilnya Ibuk Nenny' menceritakan perjuangan seorang wanita untuk bisa mendengar dipanggil ibu oleh buah hatinya atau sebagai pejuang garis dua," ujarnya.
Eny menilai proses penantian tersebut tidak mungkin dilalui seorang diri. Menurutnya, dukungan keluarga, sahabat, dan lingkungan kerja menjadi sumber kekuatan yang membantunya tetap optimistis hingga impiannya terwujud.
"Selama menunggu tentu saja dukungan dari teman-teman terdekat, terutama lingkungan kerja berperan sangat besar. Satu yang sangat membekas bagi saya yaitu adanya keajaiban sedekah," kata Eny mengakhiri.
Kisah Eny menjadi salah satu warna dalam buku antologi yang diluncurkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Bengkulu bersama 24 penulis lainnya. Melalui pengalaman pribadi yang ditulis dengan jujur dan sederhana, Eny berharap tulisannya dapat menginspirasi pembaca, memperkuat budaya literasi, serta mendorong pemberdayaan perempuan, baik di lingkungan Universitas Bengkulu maupun di tengah masyarakat Bengkulu secara luas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....