Evaluasi Kinerja, Bupati Dorong Kepala Sekolah Berkategori Cukup Bisa Naik

  • 17 Jul 2026 10:24 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan – Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, meminta seluruh kepala sekolah di Kabupaten Deli Serdang terus menghadirkan perubahan nyata di lingkungan sekolah sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran, melainkan kepemimpinan, inovasi, dan komitmen kepala sekolah.

Demikian disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kinerja Kepala Sekolah yang diikuti 784 peserta, terdiri dari kepala TK, SD, SMP hingga pengawas. Acara berlangsung di Grha Bhinneka Perkasa Jaya, Kamis 16 Juli 2026.

Dari hasil evaluasi kinerja, tercatat rata-rata capaian kinerja seluruh kepala sekolah hingga Juni 2026 berada pada kategori cukup, sehingga diperlukan komitmen untuk terus melakukan inovasi dan pembenahan.

“Lebih dari 50 persen kinerja kepala sekolah kita masih berada pada kategori cukup. Saya berharap dalam beberapa bulan ke depan, kepsek yang masih kategori cukup bisa bergeser menjadi baik,” kata Asri.

Ia menambahkan, peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari kepemimpinan kepala sekolah yang mampu menghadirkan perubahan nyata di lingkungan sekolah, tanpa selalu bergantung pada besarnya anggaran.

Dalam rakor turut dihadiri Sekretaris Daerah, Dedi Maswardy, empat kepala sekolah dengan capaian kinerja terbaik turut memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan di sekolah masing-masing. Mulai dari peningkatan jumlah peserta didik, penerapan sekolah bebas sampah plastik, penguatan literasi dan numerasi, pembelajaran interaktif, hingga pembiasaan pola hidup sehat bagi siswa.

Bupati Deli Serdang, berharap praktik-praktik baik tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh kepala sekolah di Deli Serdang untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Penilaian kinerja kepala sekolah ke depan, lanjutnya, juga harus lebih komprehensif, tidak hanya melihat kondisi fisik sekolah, tetapi juga keberhasilan dalam membentuk karakter peserta didik.

Ia menerangkan Gerakan SAKOLA (Sampah Kita Olah) sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik dan budaya peduli lingkungan diharapkan dapat diaktifkan sebagai upaya dalam menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan kepada siswa.

“Saya ingin penilaian bukan hanya melihat fisik atau performa sekolah, tetapi juga karakter yang ditanamkan kepada siswa. Perubahan yang dilakukan sekolah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....