Skill AI yang Mulai Dicari Perusahaan, Cocok Dipelajari Mahasiswa Sekarang

  • 16 Jul 2026 12:37 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kemampuan menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini menjadi salah satu keterampilan yang semakin diperhatikan perusahaan dalam proses rekrutmen. Bukan hanya untuk profesi di bidang teknologi, kemampuan memanfaatkan AI juga mulai dibutuhkan di sektor pemasaran, administrasi, pendidikan, keuangan, hingga industri kreatif.

Tren tersebut tercermin dalam Microsoft dan LinkedIn Work Trend Index 2024 yang melibatkan 31.000 responden dari 31 negara. Laporan tersebut menunjukkan bahwa 75 persen pekerja berbasis pengetahuan (knowledge workers) telah menggunakan AI dalam pekerjaannya, sementara 66 persen pemimpin perusahaan menyatakan mereka tidak akan merekrut kandidat yang tidak memiliki keterampilan AI. Bahkan, 71 persen pimpinan perusahaan mengaku lebih memilih kandidat yang memiliki kemampuan AI meski pengalamannya lebih sedikit dibanding kandidat berpengalaman yang tidak menguasai AI.

Laporan yang sama juga menunjukkan bahwa keterampilan AI semakin menjadi nilai tambah di pasar kerja. Penyebutan kemampuan AI dalam lowongan pekerjaan di LinkedIn terbukti meningkatkan minat pelamar, sementara jumlah profesional yang menambahkan keterampilan AI pada profil mereka meningkat pesat dalam setahun terakhir.

AI Bukan Hanya untuk Programmer

Masih banyak mahasiswa yang menganggap AI hanya relevan bagi mahasiswa teknik informatika atau ilmu komputer. Padahal, saat ini hampir semua bidang pekerjaan mulai memanfaatkan AI untuk meningkatkan produktivitas.

Mahasiswa jurusan ekonomi dapat menggunakan AI untuk menganalisis data, mahasiswa komunikasi dapat memanfaatkannya untuk menyusun strategi konten, sementara mahasiswa pendidikan dapat menggunakan AI sebagai alat bantu menyusun materi pembelajaran.

Karena itu, perusahaan kini lebih menilai kemampuan seseorang dalam menggunakan AI sebagai alat kerja, bukan sekadar memahami teori tentang teknologi tersebut.

Lima Skill AI yang Layak Dipelajari

1. Prompt Engineering

Prompt engineering adalah kemampuan memberikan instruksi yang jelas kepada AI agar menghasilkan jawaban yang relevan dan berkualitas.

Kemampuan ini berguna untuk membuat laporan, menyusun presentasi, melakukan riset awal, hingga menghasilkan ide bisnis atau strategi pemasaran.

2. Analisis Data

Perusahaan semakin membutuhkan lulusan yang mampu mengolah data menjadi informasi yang mudah dipahami.

Mahasiswa dapat mulai mempelajari penggunaan spreadsheet, visualisasi data, serta memanfaatkan AI untuk membantu proses analisis secara lebih cepat tanpa mengabaikan validasi hasil.

3. Pembuatan Konten Digital

AI kini banyak digunakan untuk membantu menyusun artikel, membuat desain sederhana, menghasilkan ide kampanye media sosial, hingga membuat presentasi.

Namun, kreativitas manusia tetap menjadi faktor utama karena hasil AI tetap memerlukan penyuntingan dan pemeriksaan agar sesuai dengan kebutuhan audiens.

4. Literasi AI

Kemampuan menggunakan AI secara etis juga menjadi perhatian perusahaan.

Mahasiswa perlu memahami bahwa AI dapat menghasilkan informasi yang keliru atau tidak lengkap sehingga setiap hasil tetap harus diverifikasi sebelum digunakan dalam tugas akademik maupun pekerjaan profesional.

5. Otomatisasi Pekerjaan

AI mampu membantu menyelesaikan pekerjaan rutin seperti merangkum dokumen, membuat notulen rapat, menyusun email, hingga mengelola jadwal kerja.

Kemampuan mengintegrasikan AI ke dalam alur kerja dinilai dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Human Skill Tetap Menjadi Kunci

Meski AI berkembang pesat, perusahaan tetap membutuhkan kemampuan yang tidak mudah digantikan oleh teknologi, seperti berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama dalam tim.

Dalam Future of Jobs Report 2025, World Economic Forum (WEF) menyebutkan bahwa 69 persen perusahaan berencana merekrut talenta yang memiliki keterampilan terkait AI, sementara 62 persen akan memprioritaskan kandidat yang mampu bekerja berdampingan dengan teknologi AI. Di saat yang sama, WEF menilai keterampilan seperti berpikir analitis, kreativitas, ketahanan, rasa ingin tahu, dan literasi teknologi akan menjadi kompetensi yang semakin penting dalam beberapa tahun mendatang.

Saatnya Mulai Belajar Sejak Kuliah

Perkembangan AI menunjukkan bahwa dunia kerja sedang berubah. Mahasiswa yang mulai mempelajari keterampilan AI sejak di bangku kuliah memiliki peluang lebih besar untuk beradaptasi dengan kebutuhan industri.

Menguasai AI tidak berarti menggantikan kemampuan dasar dalam bidang studi masing-masing. Sebaliknya, AI menjadi alat pendukung yang dapat membantu mahasiswa bekerja lebih cepat, lebih produktif, dan lebih siap menghadapi persaingan di dunia kerja setelah lulus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....