Pemprov Babel Imbau Warga Tak Panik, Stok BBM Disebut Aman
- 15 Jul 2026 16:54 WIB
- Sungailiat
RRI.CO.ID, Pangkalpinang-Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menyikapi isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang beredar belakangan ini.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Babel, Fery Aprianto mengatakan, berdasarkan laporan sementara dari pihak Pertamina, pasokan dan ketersediaan BBM di wilayah Bangka Belitung saat ini masih berada dalam kondisi yang aman dan normal.
"Laporan sementara dari Pertamina, pada posisi sekarang BBM kita di Bangka Belitung pada kondisi normal. Kita harapkan masyarakat tidak panik ya pada hal ini," kata Fery, Rabu 15 Juli 2026.
Terkait adanya isu kelangkaan di lapangan, Fery menjelaskan, pemerintah provinsi akan segera mengambil langkah cepat dengan melakukan koordinasi intensif bersama pihak Pertamina untuk memetakan kondisi riil yang terjadi di masyarakat.
"Nah, itu nanti kan kita akan koordinasi dengan Pertamina, hal yang terjadi seperti apa," ucapnya.
Pj Sekda mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap melakukan aktivitas pengisian dan pembelian BBM seperti biasa tanpa perlu melakukan panic buying yang justru berpotensi memicu antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
"Kita harapkan secara normal (masyarakat) bisa menggunakan atau membeli BBM seperti itu," katanya.
Sebelumnya, Pertamina Patraniaga Area Bangka Belitung menyebutkan adanya pengisian berulang, penggunaan QR code yang sama, ganda hingga penggunaan nomor polisi (Nopol) palsu menyebabkan antrian panjang BBM di SPBU se-Bangka Belitung.
"Untuk masyarakat Bangka Belitung, stok BBM di terminal kami sebenarnya aman hingga tujuh hari ke depan, jadi tidak ada masalah dalam penyaluran," kata Sales Area Manager Pertamina Patraniaga, Satriyo Wibowo Wicaksono saat audiensi dengan DPRD Babel, Selasa 14 Juli 2026.
Wicaksono mengatakan stok BBM untuk masyarakat Babel cukup asalkan masyarakat tidak melakukan pembelian yang berlebihan karena yang hasil monitor di lapangan memang banyak kendaraan yang melakukan pembelian berulang, termasuk para pengecer.
“Pagi hari ini kami juga sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk membantu pengamanan antrean di lapangan, supaya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tidak memanfaatkan situasi karena sebenarnya kondisi tetap normal," ujarnya.
Ia menyebutkan, penyebab antrean BBM yang panjang di SPBU di duga adanya penimbunan da karena adanya temuan di lapangan yang menunjukkan pembelian BBM subsidi dengan menggunakan QR Code yang sama ganda dan penggunaan nomor polisi palsu.
"Banyak kendaraan yang berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk melakukan pengisian berulang. Karena itu kami melakukan pemetaan, dan QR Code yang terindikasi melanggar sudah kami blokir. Saat ini sudah ada hampir 500 kendaraan yang diblokir," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....