Arinda Unigraha: Jaga Laut Mulai dari Peduli Daratan

  • 08 Jun 2026 22:33 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailia - Kelestarian laut dijaga melalui pengawasan aktivitas di wilayah perairan. Kelestarian laut juga dimulai dari kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di daratan.

Hal itu disampaikan Ketua Komunitas Penggiat Lingkungan Bangka Environment Creative Activist of “Kawa” (Becak) Bangka Belitung (Babel), Arinda Unigraha, dalam momentum peringatan Hari Laut Dunia, Senin, 8 Juni 2026.

Menurut Arinda, masih banyak masyarakat yang belum menyadari bahwa aktivitas sehari-hari di daratan memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekosistem laut. Sampah yang dibuang sembarangan di lingkungan sekitar dapat terbawa aliran air menuju selokan, drainase, sungai, hingga akhirnya bermuara ke laut.

“Menjaga laut sebenarnya dimulai dari kepedulian kita di daratan. Banyak sampah yang ditemukan di kawasan pesisir dan laut berasal dari aktivitas masyarakat di darat yang tidak dikelola dengan baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, komunitas lingkungan yang dipimpinnya kerap melakukan kegiatan bersih pantai dan kawasan pesisir. Dari kegiatan tersebut, ditemukan berbagai jenis sampah rumah tangga yang terbawa arus dan mencemari lingkungan perairan.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu ancaman serius bagi keberlangsungan ekosistem laut selain praktik illegal fishing dan illegal mining yang juga dapat merusak habitat biota laut.

Arinda menegaskan, laut merupakan rumah bagi berbagai jenis biota yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam. Karena itu, upaya pelestarian harus dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

“Banyak kehidupan yang bergantung pada ekosistem laut. Jika lingkungan perairan rusak, maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh biota laut, tetapi juga oleh masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan,” katanya.

Selain persoalan sampah, Arinda juga mengingatkan agar aktivitas wisata bahari dilakukan secara bertanggung jawab. Menurutnya, kegiatan rekreasi di kawasan pantai dan perairan harus tetap memperhatikan aspek lingkungan agar tidak menimbulkan kerusakan maupun meninggalkan sampah.

"Kita akui, kesadaran masyarakat masih kurang dalam menjaga kebersihan lingkungan, untuk itu perlu memberikan pemahaman sejak dini, agar sampah tidak menjadi permasalahan bagi kehidupan," ucap warga Bangka Eggy.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....