Peran Suami dalam Melakukan Pemeriksaan IVA Test

  • 15 Jul 2026 15:00 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Sibolga – Kanker leher rahim atau kanker serviks, tetap menjadi ancaman utama dalam kesehatan reproduksi global dan penyebab kematian wanita terutama di negara berkembang. Penyakit ini sering berstatus laten dalam waktu yang lama, sehingga dapat dicegah dan diobati jika terdeteksi pada stadium pra-kanker melalui deteksi dini yang sistematis.

Salah satu metode skrining paling efektif di layanan kesehatan primer adalah inspeksi visual dengan asam asetat atau IVA. Meski murah, mudah dilakukan dan hasilnya langsung, pelaksaan metode ini sering terhambat oleh faktor sosiokultural, seperti rendahnya partisipasi masyarakat akibat hambatan psikologis dan kurangnya motivasi dari luar.

Dalam masyarakat patriarki, suami sering menjadi pengambil keputusan utama termasuk dalam akses layanan kesehatan reproduksi istri. Dukungan emosional yang memberi rasa aman, informasi tentang bahaya kanker, dukungan biaya dan penilaian yang memotivasi tindakan preventif sangat diperlukan.

Hal ini disampaikan Neni Sumanti, Sub Koordinator P2PTM Dinas Kesehatan Kota Sibolga diacara Kentongan Pro1 RRI Sibolga pada Selasa, 14 Juli 2026.

Pada program yang dipandu Joni Sihombing, Neni menyebutkan, ibu yang mendapat dukungan lengkap dari pasangannya cenderung lebih percaya diri dan bersedia melakukan pemeriksaan IVA tanpa rasa malu dan takut. Sebaliknya, kurangnya literasi kesehatan pada suami sering menjadi hambatan bagi istri mengakses deteksi dini.

“Cara yang dapat dilakukan pemerintah adalah mengubah strategi sosialisasi agar tidak fokus pada perempuan saja, tetapi juga pada laki-laki dan masyarakat luas karena terbukti mereka berpotensi menghambat akses perempuan untuk ikut test IVA, ujar Neni.

Bagi sebagian masyarakat, pemeriksaan organ dalam perempuan masih dianggap tabu, kecuali jika dilakukan saat kondisi mendesak. Tidak jarang perempuan yang sudah mengantre di puskesmas terpaksa pulang karena suaminya melarang ikut test deteksi kanker leher rahim.

Keterlibatan aktif suami bukan hanya faktor pendukung, tetapi juga pilar utama dan elemen kunci keberhasilan program pencegahan kanker serviks nasional. Strategi asuhan kebidanan kedepan harus mengintegrasikan konseling berbasis pasangan untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung kesehatan reproduksi perempuan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....