Validasi Jadi Kunci saat Gunakan Teknologi AI

  • 15 Jul 2026 06:16 WIB
  •  Banten

RRI.CO.ID, Serang – Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam berbagai pekerjaan perlu disertai proses validasi. Hal itu penting dilakukan agar hasil yang diberikan teknologi tersebut tetap sesuai dengan data, kebutuhan, serta tujuan penggunaannya.

Praktisi AI, Asnal Masyawi, mengatakan AI memiliki kemampuan membantu berbagai pekerjaan, mulai dari membuat dokumen, laporan kegiatan, hingga mendukung penyusunan karya ilmiah. Namun, hasil yang diberikan AI tidak dapat langsung digunakan tanpa melalui proses pemeriksaan dan penyesuaian.

Ia menjelaskan, AI bekerja berdasarkan instruksi dan data yang diberikan oleh pengguna. Karena itu, kualitas hasil yang diperoleh juga bergantung pada informasi yang dimasukkan serta bagaimana pengguna memberikan arahan kepada teknologi tersebut.

Ia mencontohkan penggunaan AI dalam membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan. Menurutnya, pengguna harus membandingkan hasil yang dibuat AI dengan data sebenarnya agar tidak terjadi kesalahan dalam penyajian informasi, terutama berkaitan dengan angka, sumber, maupun rincian kegiatan.

“Kita kalau pakai AI khususnya di ChatGPT itu benar-benar harus divalidasi,” katanya kepada RRI Banten, Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menjelaskan, AI dapat menghasilkan jawaban yang terlihat lengkap dan tersusun rapi. Namun, pengguna tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh informasi yang dihasilkan sudah sesuai dengan fakta dan data yang dimiliki.

Selain membantu penyusunan laporan, proses validasi juga diperlukan dalam pembuatan karya ilmiah. Asnawi menyebutkan, pengguna dapat memanfaatkan AI untuk membantu mencari ide, menyusun kerangka tulisan, hingga memperbaiki tata bahasa dalam sebuah karya.

“Jangan 100 persen ditelan mentah. Membuat makalah jangan langsung ditelan mentah, harus divalidasi terlebih dahulu,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan manusia tetap menjadi faktor utama dalam menentukan kualitas hasil akhir. AI hanya berperan sebagai alat bantu yang dapat mempercepat proses pekerjaan, bukan menggantikan proses berpikir dan analisis manusia.

Melalui pemahaman tersebut, pengguna diharapkan mampu memanfaatkan AI secara bijak dengan tetap mengedepankan pengecekan, tanggung jawab, serta kemampuan memahami informasi sebelum digunakan dalam pekerjaan maupun kegiatan akademik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....