Bijak Bermedia di Era Digital, Generasi Muda Diajak Hindari FOMO
- 15 Jul 2026 20:20 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Perkembangan teknologi telah membawa masyarakat memasuki era digital yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, komunikasi, hingga akses informasi. Dalam program Inspirasi Qolbu Pro 2 RRI Medan, ustaz Muhammad Agung Permana mengangkat tema “BROMO: Bijak Bermedia Ogah Asal FOMO” yang ditujukan kepada generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha, agar lebih bijak dalam menyikapi tren di media sosial.
Menurut ustaz Agung, media sosial kini telah menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berbagai tren baru terus bermunculan dan dengan cepat menjadi viral.
“Setiap hari ada saja tren baru yang masih segar dan hangat bagi kalangan Gen Z. Namun, jangan sampai kita latah dan harus mengikuti semua yang viral tanpa mencari tahu kebenarannya terlebih dahulu,” ujarnya.
Ia menjelaskan fenomena tersebut dikenal dengan istilah Fear of Missing Out (FOMO), yakni rasa takut atau cemas berlebihan karena merasa tertinggal tren, momen, atau pengalaman orang lain. Ustaz Agung menyebutkan setidaknya terdapat tiga indikator FOMO, yaitu kecemasan dan pemantauan media sosial secara berlebihan, rasa iri dan tidak puas yang berkelanjutan, serta kecenderungan mengikuti tren secara spontan.
Dalam pandangan Islam, ustaz Agung menegaskan mengikuti perkembangan zaman diperbolehkan selama tidak dilakukan secara berlebihan. Ia mengutip Surah Al-A’raf ayat 31 yang mengingatkan umat agar tidak melampaui batas.
“Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. Karena itu, penggunaan media sosial juga harus dibarengi dengan pengendalian diri,” kata Agung.
Selain itu, ia mengingatkan generasi muda untuk tidak mudah iri terhadap kehidupan orang lain yang ditampilkan di media sosial. Menurutnya, setiap orang memiliki jalan hidup masing-masing dan tidak semua hal yang terlihat di dunia maya mencerminkan kenyataan. Ia juga mengutip pesan Al-Qur’an agar manusia tidak mengikuti sesuatu tanpa didasari ilmu dan pemahaman yang benar.
Ustaz Agung juga mengajak untuk tidak sekadar mengikuti tren demi dianggap keren.
“Yang membuat kita keren bukan seberapa banyak kita ikut tren, tetapi seberapa banyak kita berbuat kebaikan dan memberi manfaat bagi orang lain,” ucap Agung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....