Tangisan Perdana di Atas Mobil Patroli
- 13 Jul 2026 17:52 WIB
- Fak Fak
RRI.CO.ID, Merauke : Suara jeritan memecah kesunyian pagi di sebuah rumah sederhana di Jalan Johar, Kelapa Lima, Kabupaten Merauke, pada Selasa (30/6/2026).
Jeritan itu bukan karena pertengkaran ataupun musibah, melainkan suara seorang perempuan muda yang tengah berjuang melahirkan buah hati yang telah sembilan bulan dikandungnya.
Damiana Konko Katmo (23) menggenggam erat tepi tempat tidurnya.
Kontraksi datang bergelombang dan semakin lama semakin kuat.
Napasnya memburu, sementara butiran keringat membasahi wajahnya meski udara pagi masih terasa dingin.
Di sampingnya, sang ayah, Yulianus Katmo (51), terus berusaha menenangkan putrinya.
Meski berusaha tampak tegar, kepanikan jelas tergambar di wajahnya.
Ia menggenggam tangan Damiana sambil terus memberi semangat.
"Nak, tahan sedikit lagi. Bapak akan cari bantuan. Kita pasti sampai ke rumah sakit," ucap Yulianus dengan suara bergetar.
Damiana hanya mengangguk pelan.
Di sela-sela rasa sakit yang terus datang, ia berbisik lirih kepada ayahnya.
"Pa, sa sudah tidak kuat. Sakit sekali. Jangan kasih tinggal saya," katanya sambil menahan tangis.
Ucapan itu membuat Yulianus sadar bahwa waktu tidak lagi berpihak kepada putrinya.
Tanpa berpikir panjang, ia berlari menuju Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Merauke Kota untuk meminta pertolongan.
Sekitar pukul 05.30 WIT, Yulianus tiba di SPKT Polsek Merauke Kota dengan napas tersengal-sengal.
Di ruang pelayanan, ia bertemu petugas piket SPKT, yakni Ps. Kanit SPKT Aiptu Toni Surbakti, Banit Provost Bripka Noventus Amapirip, dan Bamin SPKT Bripda Juan Sebastian Veron Mindipkoman.
Dengan suara terbata-bata karena panik, Yulianus langsung memohon bantuan.
"Pak Polisi, tolong bantu saya. Anak saya sudah mau melahirkan. Kita tidak punya kendaraan. Tolong bantu anak saya," ucapnya penuh harap.
Mendengar laporan tersebut, ketiga personel segera bergerak cepat.
Aiptu Toni Surbakti bersama Bripka Noventus Amapirip dan Bripda Juan Sebastian Veron Mindipkoman menyiapkan mobil patroli Polsek Merauke Kota, lalu bergegas menuju rumah Damiana.
Sesampainya di lokasi, ketiganya bersama keluarga membantu Damiana keluar dari rumah dan menaikkannya ke dalam mobil patroli untuk segera dibawa menuju RSUD Merauke.
Wajah Damiana tampak semakin pucat.
Setiap kontraksi membuat tubuhnya gemetar.
Ia terus menggenggam erat tangan ayahnya.
"Pa, sa takut tidak sempat sampai rumah sakit," ucap Damiana lirih.
Yulianus terus menenangkan putrinya.
"Ko jangan takut. Polisi sudah datang bantu. Ko pasti selamat. Bapak ada di sini," katanya sambil menggenggam tangan Damiana tanpa melepaskannya.
Melihat kondisi Damiana yang terus mengerang kesakitan, Aiptu Toni Surbakti berusaha menenangkan ibu muda tersebut.
"Ibu tetap tenang ya. Tarik napas pelan-pelan. Kami akan membawa ibu secepatnya ke rumah sakit. Kami semua ada di sini untuk membantu. Semoga ibu dan bayinya selamat," ujarnya.
Sementara itu, Bripka Noventus Amapirip dan Bripda Juan Sebastian Veron Mindipkoman terus mendampingi Damiana selama perjalanan serta memastikan kondisinya tetap terpantau.
Kepada Yulianus, Aiptu Toni Surbakti juga meminta agar terus mendampingi putrinya.
"Bapak tetap dampingi anaknya. Kami akan berusaha membawa ibu ke rumah sakit dengan aman. Tetap tenang, kami akan lakukan yang terbaik," katanya.
Setelah memastikan Damiana dalam kondisi siap dievakuasi, ketiga personel segera membawa Damiana menuju RSUD Merauke menggunakan mobil patroli.
Aiptu Toni Surbakti mengemudikan kendaraan, sementara Bripka Noventus Amapirip dan Bripda Juan Sebastian Veron Mindipkoman mendampingi Damiana bersama Yulianus selama perjalanan.
Di dalam mobil, suasana begitu hening.
Hanya terdengar suara mesin kendaraan, napas Damiana yang semakin berat, serta sesekali jeritannya ketika kontraksi kembali datang.
Bagi Yulianus, perjalanan itu terasa begitu panjang.
Ia hanya bisa berdoa agar putrinya dan bayi yang dikandungnya selamat.
Sementara itu, Aiptu Toni Surbakti tetap mengemudikan mobil patroli dengan tenang namun sigap agar Damiana segera mendapatkan pertolongan medis tanpa mengabaikan keselamatan di jalan.
Namun, saat mobil patroli memasuki area rumah sakit, kontraksi Damiana semakin kuat.
Ia tidak lagi mampu menahan proses persalinan.
"Pa, sa tidak kuat lagi. Sa perut sudah sakit sekali," ucapnya sambil menahan tangis.
Beberapa detik kemudian, perjuangan panjang Damiana berakhir.
Tangisan pertama bayinya pecah dari atas mobil patroli Polsek Merauke Kota.
Suasana yang semula dipenuhi kepanikan seketika berubah menjadi haru.
Aiptu Toni Surbakti bersama Bripka Noventus Amapirip dan Bripda Juan Sebastian Veron Mindipkoman segera berkoordinasi dengan tenaga kesehatan RSUD Merauke untuk memberikan penanganan kepada ibu dan bayi yang baru lahir.
Yulianus tak mampu membendung air mata.
Sambil menatap cucunya yang baru lahir, ia mengucap syukur.
"Puji Tuhan, cucu saya selamat. Terima kasih Tuhan. Terima kasih bapak-bapak polisi yang sudah bantu kami. Kalau tidak ada bantuan secepat ini, saya tidak tahu apa yang akan terjadi pada anak saya dan cucu saya," katanya dengan mata berkaca-kaca.

Personel Polsek Merauke Kota bersama tenaga kesehatan kemudian memastikan kondisi ibu dan bayi dalam keadaan aman.
Setelah mendapatkan penanganan awal, keduanya dipindahkan ke ruang perawatan untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Setelah kondisinya membaik, Damiana mengaku masih sulit mempercayai pengalaman yang baru saja dialaminya.
"Sa tidak pernah bayangkan akan melahirkan di mobil patroli polisi. Syukur kepada Tuhan, saya dan bayi saya bisa selamat. Terima kasih untuk bapak-bapak polisi yang sudah bantu kami," ujarnya.
Bagi Yulianus, pagi itu menjadi pengalaman yang tak akan pernah dilupakan.
Saat melihat putrinya menahan rasa sakit tanpa memiliki kendaraan menuju rumah sakit, ia hanya berharap ada seseorang yang datang menolong.
Harapan itu akhirnya terjawab ketika Aiptu Toni Surbakti bersama Bripka Noventus Amapirip dan Bripda Juan Sebastian Veron Mindipkoman datang memberikan bantuan.
"Pagi itu sa panik sekali. Sa hanya pikir bagaimana selamatkan anak saya. Waktu polisi datang, sa rasa masih ada harapan. Bantuan itu akan selalu kita ingat," katanya.
Tangisan bayi yang lahir di atas mobil patroli pagi itu menjadi pengalaman yang membekas, bukan hanya bagi keluarga Damiana, tetapi juga bagi personel Polsek Merauke Kota yang terlibat dalam proses penyelamatan.
Kapolsek Merauke Kota AKP Elvis Palpialy, S.Sos mengatakan, tindakan cepat anggotanya merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam situasi darurat kemanusiaan.
“Respons cepat anggota di lapangan merupakan wujud pengabdian kami untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat," ujarnya.
Kisah penyelamatan itu tidak berhenti di atas mobil patroli.
Senin (13/7/2026), saat apel pagi di Mapolres Merauke, Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga memanggil Aiptu Toni Surbakti, Bripka Noventus Amapirip, dan Bripda Juan Sebastian Veron Mindipkoman ke depan barisan.
Di hadapan seluruh personel, ketiganya menerima penghargaan atas kepedulian dan respons cepat yang telah menyelamatkan Damiana dan bayinya.
"Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi kepada anggota yang telah menunjukkan pengabdian dan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus hadir membantu warga yang membutuhkan," kata AKBP Leonardo Yoga.
Peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa tugas kepolisian tidak hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga hadir memberikan pertolongan ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
Bagi Damiana dan Yulianus, pagi itu akan selalu dikenang sepanjang hidup mereka.
Takdir membawa Damiana melahirkan bukan di ruang bersalin, melainkan di atas mobil patroli Polsek Merauke Kota.
Di tengah kepanikan yang sempat menyelimuti keluarga, ibu dan bayinya akhirnya selamat, satu hari menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.
Di balik sirene dan mobil patroli yang melaju pagi itu, hadir kepedulian yang menyelamatkan seorang ibu dan bayinya.
Peristiwa tersebut memperlihatkan bahwa semangat "Polri untuk Masyarakat" benar-benar hidup dalam tindakan nyata.
Pagi yang bermula dengan rasa takut itu akhirnya berubah menjadi awal kebahagiaan, ketika seorang ibu mendekap erat bayi yang baru saja dilahirkannya di atas mobil patroli. (apriyantini)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....