Sampah di Lautan Masalah Lingkungan yang Semakin Mendesak
- 13 Jul 2026 12:07 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID,Sibolga – Sampah laut adalah salah satu masalah lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Setiap tahun, jutaan ton sampah terutama plastik mengalir ke laut dan mencemari perairan global.
Sampah yang menumpuk dilaut bukan hanya merusak ekosistem laut, tetapi juga mengancam kehidupan manusia dan keanekaragaman hayati. Fenomena ini membutuhkan perhatian serius untuk mencari solusi jangka panjang.
| Baca juga: Peran Generasi Muda sebagai Pahlawan Iklim |
Sampah, terutama plastik dapat merusak terumbu karang, padang lamun dan habitat lainnya. Ketika sampah menutupi dasar laut atau mengganggu aliran air, ekosistem tersebut menjadi tidak stabil dan terancam.
Hal ini disampaikan Oktavianus, salah seorang penelpon dan juga pemerhati lingkungan terutama pantai diacara Beranda Astacita Pro1 RRI Sibolga pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Pada program yang dipandu Aziziah, oktavianus menambahkan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai adalah langkah pertama yang penting. Kampanye untuk mengganti plastik dengan alternatif ramah lingkungan seperti bahan daur ulang dan biodegradable sangat diperlukan.
Sampah plastik yang hancur menjadi mikroplastik dapat masuk kedalam tubuh hewan laut, yang kemudian masuk ke rantai makanan manusia melalui konsumsi ikan dan makanan laut, ujar Ovtavianus.
Sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien di tingkat global dan internasional perlu diterapkan. Hal ini mencakup peningkatan fasilitas daur ulang, pengurangan sampah yang tidak terkelola dan perbaikan infrastruktur pengelolaan sampah.
Sampah yang menumpuk dilaut adalah masalah lingkungan yang semakin mendesak dan membutuhkan perhatian global. Hanya dengan kolaborasi dan kesadaran yang tinggi, kita dapat menjaga laut tetap bersih dan aman bagi kehidupan yang ada di dalamnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....