Pemkab Madina Kembangkan Eco Enzyme dari Sampah Pasar Tradisional

  • 22 Jun 2026 11:40 WIB
  •  Sibolga

RRI.CO.ID, Mandailing Natal - Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berkolaborasi menangani persoalan sampah di Pasar Baru Panyabungan. Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Bupati Madina, H. Saipullah Nasution, dalam mewujudkan daerah yang bersih, sehat, dan produktif. Komitmen itu ditegaskan dalam pertemuan dan koordinasi yang digelar di Pelataran Pedagang Pasar Baru Panyabungan, Kamis 18 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Mandailing Natal, Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal, serta Kelurahan Hutasiantar. Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa persoalan sampah harus diselesaikan melalui kerja sama lintas sektor. Koordinasi ini juga menjadi bukti implementasi arahan bupati agar setiap permasalahan di lapangan ditangani secara kolaboratif.

Salah satu program yang disepakati adalah pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme. Dinas Lingkungan Hidup menjelaskan sekitar 60 persen sampah di Pasar Baru Panyabungan berasal dari sisa sayur dan buah yang berpotensi diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Melalui kelompok masyarakat binaan, sampah organik akan dipilah dan diproses menjadi eco enzyme dengan target produksi mencapai 500 liter setiap tiga bulan. Produk tersebut nantinya dimanfaatkan sebagai cairan pembersih ramah lingkungan di lingkungan perkantoran pemerintah daerah sekaligus dikembangkan menjadi produk UMKM Kelurahan Hutasiantar.

Program kedua adalah budidaya maggot Black Soldier Fly yang memanfaatkan sampah sayur dan buah dari para pedagang. Dalam pelaksanaannya, Dinas Lingkungan Hidup akan menyiapkan fasilitas biopond dan pendampingan teknis, sementara Kelurahan Hutasiantar mengusulkan lokasi percontohan “Rumah Maggot” di belakang kantor UPT Dinas Pertanian. Program ini diproyeksikan mampu mengurangi hingga 400 kilogram sampah per hari sekaligus menghasilkan maggot kering yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak bagi masyarakat.

Sementara itu, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mandailing Natal menyatakan siap memperkuat edukasi dan diseminasi informasi kepada masyarakat melalui kampanye “Pilahlah Sampahmu, Berkah Untukmu”. Program kolaboratif ini diharapkan menjadi implementasi nyata visi “Madina Maju” dalam mewujudkan tata kelola lingkungan yang berkelanjutan. Pemerintah daerah juga menargetkan peluncuran “Rumah Maggot & Eco Enzyme Pasar Baru Panyabungan” pada Juli 2026 sebagai langkah awal mengubah paradigma sampah dari beban menjadi sumber manfaat ekonomi bagi masyarakat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....