Keberadaan Sanggar Sastra RRI Palembang dari Masa ke Masa
- 13 Jul 2026 07:10 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Awal perkenalannya dengan Sanggar Sastra bermula dari siaran radio di RRI setiap sabtu dan media digital belum berkembang sehingga radio menjadi ruang utama masyarakat mengenal sastra.
- Keberadaan Sanggar Sastra menjadi ruang tempat bertemunya para pencinta sastra dari berbagai usia, profesi, menjadi satu yang akhirnya membuat kecintaan pada puisi semakin berkembang sampai saat ini,"
- Perjalanan Sanggar Sastra berperan sebagai ruang pembinaan yang relevan sampai saat ini.
RRI.CO.ID, Palembang - Awal perkenalannya dengan Sanggar Sastra bermula dari siaran radio di RRI setiap sabtu dan media digital belum berkembang sehingga radio menjadi ruang utama masyarakat mengenal sastra. Hal ini dijelaskan Deklamatris Sanggar Sastra, Zamira Khadra, dalam perbincangan Sanggar Sastra di Studio Pro 1 RRI Palembang, Senin 6 Juli 2026.
Zamira menerangkan, Buya Zainal Abidin Hanif pendiri Sanggar Sastra telah memberikan banyak pelajaran berharga bagi Sanggar Sastra dari masa ke masa. Pemahaman didapat bukan hanya bagi pemula tapi juga para senior yang ikut merasakan masa itu.
"Keberadaan Sanggar Sastra menjadi ruang tempat bertemunya para pencinta sastra dari berbagai usia, profesi, menjadi satu yang akhirnya membuat kecintaan pada puisi semakin berkembang sampai saat ini," tegas Zamira.
Puisi yang dibacakan dari beberapa penulis dari masa ke masa seperti puisi berjudul Aku Mencoba Menjadi Kapas Karya Susy Mahyuddin. Puisi ini menggambarkan ketulusan dan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat buat banyak orang.
Zamira menambahkan, puisi saat pendiri Sanggar Sastra Buya Zainal Abidin Hanif masih aktif berkarya turut dibacakan berjudul Senja di Jembatan Ampera. Puisi ini bermakna pembangunan memiliki dampak sosial bagi masyarakat dan puisi ini juga sekaligus kritik sosial secara halus melalui puisi.
Perjalanan Sanggar Sastra berperan sebagai ruang pembinaan yang relevan sampai saat ini. Sastra mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dan jati dirinya.
"Diharapkan generasi muda untuk bergabung bersama Sanggar Sastra agar dapat terus belajar, membangun karya terbaik melalui sastra dari lintas generasi yang saling terikat satu sama lain untuk memberikan arah menuju perkembangan sastra yang lebih baik dan lebih mencintai sastra diberbagai perkembangan zaman," pesan Zamira menutup dialog.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....