Jangan Takut Ditolak, Ini Pesan Injil untuk Umat Beriman
- 15 Jul 2026 10:02 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Mengikuti Kristus tidak selalu berarti menjalani hidup yang nyaman. Sebaliknya, setiap orang beriman dipanggil untuk tetap setia meski menghadapi berbagai tantangan, penolakan, bahkan penganiayaan. Pesan tersebut menjadi pokok renungan dalam program Mimbar Agama Katolik yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Tahuna, Kamis (10/7/2026).
Dalam pembacaan Injil Matius 10:16–23, Penyuluh Agama Katolik, Febiyola Silangen, menjelaskan bahwa Yesus mengutus para murid seperti domba ke tengah-tengah serigala. Karena itu, umat diajak memiliki sikap cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Menurut Febiyola, sikap cerdik bukan berarti licik, melainkan mampu bertindak dengan hikmat dan bijaksana tanpa kehilangan ketulusan hati. Sementara ketulusan seperti merpati mencerminkan hati yang bersih, jujur, dan tetap mengandalkan kasih dalam setiap situasi.
"Sikap cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati yakni mampu bertindak dengan hikmat tanpa kehilangan ketulusan hati dalam menghadapi berbagai persoalan," ujarnya.
Ia mengatakan tantangan dalam menghidupi iman tidak hanya datang dari lingkungan luar, tetapi juga dapat muncul dari orang-orang terdekat. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan kebenaran atau berhenti mewartakan kasih Kristus melalui perkataan dan perbuatan.
Yesus telah memberikan jaminan penyertaan Roh Kudus kepada setiap orang yang tetap setia menjalankan panggilannya. Penyertaan itu menjadi kekuatan bagi umat untuk tetap teguh dalam iman meski menghadapi berbagai tekanan dan penolakan.
"Yesus juga memberikan jaminan penyertaan Roh Kudus kepada setiap orang yang tetap setia. Karena itu, umat diajak untuk tidak takut menghadapi berbagai tantangan, melainkan tetap percaya bahwa Tuhan akan memberikan kekuatan, keberanian, dan hikmat dalam menjalani panggilan sebagai murid Kristus," ucapnya.
Melalui renungan Injil tersebut, umat Katolik diharapkan semakin berani menghidupi imannya dalam kehidupan sehari-hari. Kesetiaan kepada Kristus hendaknya diwujudkan melalui sikap bijaksana, tulus, serta tetap percaya bahwa Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah orang yang setia kepada-Nya. (alvrina)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....