Kasih dan Pengampunan Tuhan Melebihi Segalanya
- 04 Jun 2026 10:20 WIB
- Tahuna
RRI.CO.ID, Tahuna - Pendeta Gidion Tandaju dalam acara Mutiara Pagi Prosatu Tahuna membacakan Firman dalam Injil Yohanes 21 ayat 15-17. Ia mengatakan, dalam kehidupan sehari-hari banyak ditemui angka tiga yang biasa digunakan untuk menyatakan batas toleransi akhir.
Ia memberi contoh batas orang tua menghitung untuk memepringati anak ketika tidak mendengarkan perkataan orang tua biasanya menghitung sampai 3. Begitu juga dalam dunia pekerjaan yaitu surat peringatan atau SP yang punya toleransi hingga SP tiga.
Dari peristiwa Petrus menyangkal Yesus sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok ketika Yesus dalam proses penyaliban sampai Ia dihukum di atas kayu salib Petrus menyangkal Yesus. Tidak hanya menyangkal, Petrus bahkan sampai berani bersumpah bahwa ia tidak mengenal Yesus.
Sebuah penghianatan yang sempurna karena sudah melampaui batas toleransi. Petrus sadar akan hal ini bahwa ia telah melakukan kesalahan yang fatal terlebih lagi ketika Yesus bertanya padanya "Simon Anak Yohanes apakah engkau mengasihi Aku" hingga sebanyak tiga kali.
"Petrus pun menjadi sangat sedih karena teringat akan penyangkalannya yang tiga kali itu," ujarnya.
Dijelaskannya, Yesus punya alasan kuat membuang Petrus yang sudah menyangkali-Nya sampai tiga kali namun alih-alih melakukannya, Yesus justru mengampuni Petrus dan menerima apa adanya. Tidak hanya itu, Yesus bahkan mempercayakan domba-domba-Nya untuk digembalakan oleh Petrus.
"Bukankah ini menunjukan betapa besar kasih dan pengampunan Tuhan kepada kita umat manusia? Berapa banyak kali kita melukai hatinya? Mungkin saja dosa kita jauh lebih besar dari Petrus namun sampai hari ini Tuhan masih menyatakan anugerahnya kepada kita," ucapnya. (Herlien)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....