Edukasi Rabies Perlu Menjangkau Seluruh Desa

  • 07 Jul 2026 15:00 WIB
  •  Tahuna

RRI.CO.ID, Tahuna - Hewan Penular Rabies (HPR) masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Sebagian besar kasus rabies ditularkan melalui gigitan anjing, sementara sisanya berasal dari kucing dan hewan berdarah panas lainnya yang berpotensi membawa virus rabies.

Dokter Hewan Karantina Ahli Muda, Rinaldi Ghufara, dalam Dialog Interaktif Pro 1 RRI Tahuna, Senin 6 juli 2026, menjelaskan bahwa seluruh hewan berdarah panas pada dasarnya dapat tertular dan menularkan rabies. Namun, sekitar 98 persen kasus penularan berasal dari anjing.

Menurutnya, hewan yang termasuk kategori Hewan Penular Rabies (HPR) di antaranya anjing, kucing, kelelawar, rubah, dan musang. Meski demikian, penularan rabies masih didominasi oleh anjing sehingga pengendalian pada populasi anjing menjadi langkah utama dalam pencegahan.

Dalam dialog tersebut, pendengar melalui siaran langsung Facebook Pro 1 RRI Tahuna, Bintang Bhayangkara, menyampaikan bahwa upaya pencegahan rabies tidak seharusnya dilakukan hanya ketika kasus muncul. Ia berharap edukasi dan vaksinasi dilakukan secara berkala hingga menjangkau desa-desa.

Pendengar juga menilai petugas kesehatan hewan perlu lebih aktif memberikan penyuluhan kepada pemilik anjing, kucing, dan hewan peliharaan lainnya mengenai bahaya rabies, pentingnya vaksinasi rutin, cara mengenali gejala pada hewan, serta langkah yang harus dilakukan apabila terjadi gigitan.

Menurutnya, penyuluhan yang berkesinambungan akan meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga pemilik hewan lebih bertanggung jawab melakukan vaksinasi rutin dan segera melapor apabila menemukan hewan dengan gejala yang mencurigakan.

Menanggapi masukan tersebut, Kepala Bidang Peternakan menyampaikan apresiasi atas saran yang diberikan masyarakat. Ia menegaskan penanganan rabies tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia mengakui keterbatasan sumber daya yang dimiliki Dinas Pertanian, di mana jumlah tenaga vaksinator saat ini hanya lima orang. Meski demikian, pihaknya berkomitmen terus meningkatkan edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan rabies.

Kabid Peternakan menjelaskan, sejak Maret 2026 vaksinasi rabies telah dilakukan terhadap 856 ekor Hewan Penular Rabies, terdiri atas 819 ekor anjing dan 19 ekor kucing, di enam kecamatan.

Masih terdapat lima kecamatan yang belum terjangkau, namun pemerintah akan terus berupaya memperluas cakupan vaksinasi karena pencegahan dinilai jauh lebih baik daripada mengobati.(Azizah)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....