Workshop RRI Semarang Perkuat Pemahaman Penyiaran Publik bagi Peserta Magang

  • 07 Jul 2026 12:48 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang- Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Semarang mengawali program magang Angkatan V Tahun 2026 dengan menggelar workshop dan orientasi bagi peserta magang, Selasa, 7 Juli 2026. Kegiatan tersebut menjadi bekal awal bagi pelajar dan mahasiswa untuk memahami dunia penyiaran publik sebelum terjun ke lapangan.

Workshop yang berlangsung di Auditorium LPP RRI Semarang ini dibuka oleh Kepala LPP RRI Semarang, Bambang Dwiana. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran manajemen, ketua tim, mentor, panitia, serta puluhan peserta magang dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi.

Dalam arahannya, Bambang mengatakan, memilih magang di RRI merupakan langkah tepat untuk mengenal dunia penyiaran. Menurutnya, radio masih memiliki peran penting sebagai media informasi yang dekat dengan masyarakat.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, jumlah pendengar RRI secara nasional masih mencapai sekitar 24 juta orang. Sebanyak 9 juta pendengar berada di wilayah perkotaan, sedangkan sekitar 14 juta lainnya berasal dari kawasan perdesaan.

Menurut Bambang, karakter radio sebagai media auditif membuatnya tetap relevan di tengah perkembangan teknologi digital. Radio memungkinkan masyarakat memperoleh informasi sambil beraktivitas tanpa mengganggu konsentrasi, seperti saat berkendara.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi sejumlah radio swasta saat ini lebih banyak dipengaruhi persoalan finansial dan persaingan pendapatan iklan. Kondisi tersebut, menurutnya, bukan disebabkan menurunnya minat masyarakat mendengarkan radio.

Sebagai lembaga penyiaran publik yang berdiri sejak 11 September 1945, RRI tetap menjalankan fungsi sebagai media yang independen, netral, dan mandiri. Prinsip tersebut menjadi landasan dalam menyampaikan informasi yang mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara.

"Kita sebetulnya berada di tengah-tengah. Kita tidak berpihak kepada kelompok manapun, melainkan murni berpihak pada kepentingan masyarakat dan negara," ujarnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyematan tanda peserta bagi perwakilan peserta, dan sesi kelas pembekalan untuk memetakan kesiapan teknis para peserta sebelum terjun langsung ke lapangan. Materi yang diberikan meliputi tata usaha, siaran, pemberitaan, konten media baru, layanan dan pengembangan usaha, serta teknologi dan media baru.(eka)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....