Prakiraan Tinggi Gelombang Sultra 7 – 9 Juli 2026

  • 06 Jul 2026 23:49 WIB
  •  Baubau
Poin Utama
  • BMKG memrakirakan gelombang kategori waspada (1.25-2.5 meter) akan terjadi di perairan Sulawesi Tenggara pada tanggal 7-9 Juli 2026 dengan pola angin dari Timur hingga Selatan berkecepatan 2-15 Knot.
  • Wilayah yang berpotensi gelombang tinggi meliputi Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Buton, dan Perairan Wakatobi dengan kecepatan angin tertinggi mencapai 20 Knot di Perairan Wakatobi bagian Timur.
  • BMKG mengimbau nelayan perahu kecil, kapal tongkang, dan kapal ferry untuk berhati-hati dan memperhatikan batas aman pelayaran.

RRI.CO.ID, Baubau - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kembali merilis prakiraan tinggi gelombang untuk wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra). Informasi ini berlaku untuk tanggal tanggal 7 – 9 Juli 2026.

Berdasarkan rilis BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kendari yang diterima rri.co.id, pola angin umumnya bertiup dari Timur hingga Selatan dengan kecepatan berkisar antara 2 - 15 Knot.

Kecepatan angin tertinggi mencapai 20 Knot (5 Skala Beaufort) terjadi di Perairan Wakatobi bagian Timur dan Laut Banda Timur Wakatobi

Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Gelombang diatas 1.25 m - 2.5 (Kategori Waspada) Diprakirakan Terjadi pada :

  • Tanggal 07 Juli 2026 Pukul 08.00 - 08 Juli 2026 Pukul 08.00 : Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Buton, Perairan Wakatobi, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 08 Juli 2026 Pukul 08.00 - 09 Juli 2026 Pukul 08.00 : Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Wakatobi bagian timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi.
  • Tanggal 09 Juli 2026 Pukul 08.00 - 10 Juli 2026 Pukul 08.00 : Perairan Utara Wawonii, Laut Banda Timur Wawonii, Perairan Buton, Perairan Wakatobi bagian timur, dan Laut Banda Timur Wakatobi.

BMKG mengimbau nelayan yang menggunakan perahu kecil agar tetap berhati-hati, terutama saat melaut di wilayah dengan potensi gelombang sedang. Sementara itu, kapal tongkang dan kapal ferry juga diingatkan untuk memperhatikan batas aman pelayaran guna menghindari risiko kecelakaan laut.

Selain itu, masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang dapat menyebabkan abrasi atau limpasan air laut ke daratan, terutama saat pasang maksimum.

Dengan adanya prakiraan ini, diharapkan seluruh pengguna jasa kelautan dapat merencanakan aktivitas dengan lebih aman serta terus memantau informasi terkini dari BMKG sebagai acuan utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan gelombang laut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....