Komunitas Sahabat Mata Putar Film Inklusi Berjudul Langit Tetap Sama

  • 03 Jul 2026 19:30 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Yayasan Komunitas Sahabat Mata memutar film inklusi berjudul Langit Tetap Sama di Aula KPU Kendal, Jumat 3 Juli 2026. Film hasil produksi Komunitas Sahabat Mata ini diputar pada acara sosialisasi Pendidikan Pemilih kepada anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Kendal.

Film berjudul Langit Tetap Sama merupakan hasil karya Basuki, pendiri Komunitas Sahabat Mata Semarang, selaku sutradara sekaligus penulis skenario. Film berdurasi 75 menit ini sebagian besar diperankan para penyandang tunanetra.

Film ini berkisah tentang kehidupan seorang tunanetra yang berjuang untuk bisa kuliah, yang setelah lulus, kemudian mencari pekerjaan dan pasangan hidup. Di dalamnya juga ada peran tunanetra dalam pemilihan ketua panitia kegiatan kurban yang dibumbui percintaan.

Basuki berharap, melalui film ini bisa membangkitkan semangat para tunanetra dalam menjalani kehidupan di masyarakat. Meskipun dalam kondisi kekurangan, penyandang tunanetra juga bisa berbagi kepada sesama. "Harapan ke depan, film ini lebih banyak lagi yang menonton," harapnya.

Basuki mengatakan, film ini sudah diputar di beberapa kota, di antaranya Semarang, Tasikmalaya dan Jakarta. Film ini akan terus di putar, jika ada permintaan dari pihak manapun. "Tidak hanya diputar untuk penyandang tunanetra, tapi untuk masyarakat umum atau kampus," ujarnya.

Menurut anggota KPU Kendal, Didin Riswanto, film ini sangat bagus, yang di dalam ceritanya ada proses demokrasi yaitu pemilihan ketua panitia kurban. Oleh karena itu film ini cocok dengan program KPU, terkait pendidikan politik kepada masyarakat, termasuk kaum tunanetra. "Saya mengapresiasi film ini sangat bagus, semoga film ini bisa meraih prestasi dan penghargaan dari berbagai pihak," katanya.

Ketua DPC Pertuni Kendal, Imam Sahrozi mengatakan, ini pengalaman pertama menyaksikan film sebagai penyandang tunanetra. Meskipun hanya mendengarkan, namun bisa menikmati dan bisa mengikuti alur ceritanya. "Harapannya, teman-teman Pertuni dan keluarga punya edukasi, bahwa tunanetra bisa bermimpi sebagaimana manusia pada umumnya," harapnya. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....