Dinkes Imbau Gaya Hidup Sehat Hadapi Cuaca Tak Menentu
- 03 Jul 2026 17:10 WIB
- Sintang
RRI.CO.ID, Sintang - Perubahan cuaca yang tidak menentu, dengan kondisi panas dan hujan yang silih berganti, dapat memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti flu, batuk, hingga infeksi saluran pernapasan akibat melemahnya sistem kekebalan tubuh.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten, dr. Haryono Linoh, M.HKes, mengimbau masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat sebagai langkah utama dalam menjaga kesehatan.
Menurut dr. Haryono, gaya hidup sehat menjadi kunci untuk melindungi tubuh dari dampak perubahan cuaca yang ekstrem, baik pada anak-anak, orang dewasa, maupun lanjut usia.
| Baca juga: Strategi Membangun Hidup yang Lebih Bahagia |
"Gaya hidup sehat sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit seperti flu, batuk, maupun infeksi saluran pernapasan. Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat menyebabkan stres fisik pada tubuh sehingga sistem imun menjadi lebih rentan. Karena itu, masyarakat perlu menjaga pola hidup sehat secara konsisten," ujar dr. Haryono kepada RRI Jumat(3/7/2026) .
Ia menjelaskan, terdapat beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh selama menghadapi cuaca yang berubah-ubah.
Pertama, mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan sayuran, buah-buahan, dan protein untuk mendukung sistem kekebalan tubuh. Bila diperlukan, masyarakat juga dapat menambahkan asupan suplemen atau vitamin sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Kedua, memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih minimal enam hingga delapan gelas setiap hari. Kebiasaan ini sebaiknya dilakukan secara rutin tanpa menunggu rasa haus, terutama saat cuaca panas, guna mencegah dehidrasi.
Ketiga, memastikan waktu istirahat yang cukup dengan tidur selama enam hingga delapan jam setiap malam. Istirahat yang berkualitas membantu memulihkan energi sekaligus meningkatkan kemampuan tubuh dalam beradaptasi terhadap perubahan cuaca.
Keempat, melakukan perlindungan fisik dengan menyiapkan payung atau jas hujan saat beraktivitas di luar rumah untuk mengantisipasi hujan. Saat cuaca panas, masyarakat dianjurkan mengenakan pakaian berbahan tipis yang mampu menyerap keringat agar tubuh tetap nyaman.
Selain itu, menjaga kebersihan diri juga menjadi langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit. Masyarakat dianjurkan untuk rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setelah beraktivitas maupun sebelum makan.
Tak kalah penting, dr. Haryono mengingatkan agar masyarakat tetap rutin berolahraga. Aktivitas fisik, meskipun hanya olahraga ringan selama minimal 30 menit setiap hari, dapat membantu menjaga kebugaran tubuh secara menyeluruh.
"Penerapan pola hidup sehat bukan hanya untuk mencegah penyakit saat cuaca berubah-ubah, tetapi juga menjadi investasi kesehatan jangka panjang. Dengan menjaga pola makan, istirahat yang cukup, kebersihan diri, dan rutin berolahraga, daya tahan tubuh akan tetap optimal sehingga risiko terkena penyakit dapat diminimalkan," tutup dr. Haryono.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....