Ayah Jaman Sekarang Harus ikut Mengasuh Anak
- 02 Jul 2026 15:53 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Peran ayah dalam pengasuhan anak di era modern ini mengalami perubahan signifikan dibandingkan masa lalu. Ayah jaman now tidak lagi hanya dipandang sebagai sosok pencari nafkah utama yang cenderung memiliki jarak emosional dengan anak. Kini, banyak ayah yang bertransformasi menjadi pengasuh, mentor, hingga sahabat bagi anak-anaknya.
Keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan ternyata memberikan dampak positif yang sangat besar bagi tumbuh kembang anak. Penelitian membuktikan bahwa anak yang tumbuh dengan kehadiran ayah yang terlibat cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih baik, stabilitas emosi yang lebih terjaga, serta kesehatan mental yang lebih optimal.
Anak-anak juga akan lebih cerdas, memiliki kompetensi kognitif yang lebih baik, dan lebih berhasil dalam prestasi akademiknya. Melansir ayosehat.kemkes.go.id, pengasuhan anak adalah tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu, karena ayah memiliki peran penting dalam perkembangan sosial dan emosional anak yang dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka di masa depan.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga menegaskan bahwa stereotipe berbasis gender dalam pengasuhan perlu dihilangkan, misalnya dengan mengajarkan anak laki-laki dan perempuan untuk berbagi tanggung jawab dalam pekerjaan rumah tanpa membedakan jenis kelamin.
Sayangnya, masih banyak anak Indonesia yang tumbuh tanpa keterlibatan ayah secara optimal. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan bahwa sekitar 20 persen anak Indonesia mengalami kekurangan perhatian dari ayahnya. Bahkan di beberapa daerah, angka fatherless—kondisi di mana ayah hadir secara fisik tetapi tidak terlibat aktif dalam pengasuhan—mencapai 22 hingga 27 persen dari total keluarga.
Ayah yang terlibat aktif dalam pengasuhan memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan saat anak masih kecil. Anak laki-laki menjadikan ayahnya sebagai panutan dalam berperilaku sebagai seorang laki-laki, sementara anak perempuan melihat ayah sebagai contoh untuk bersosialisasi dengan dunia pria.
Anak yang tumbuh dengan kehadiran ayah yang baik juga lebih jarang mengalami masalah emosional yang menyebabkan kekerasan di usia dewasa.
Untuk mendorong peran aktif ayah, berbagai gerakan nasional telah digagas oleh pemerintah. Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang diperkuat melalui program Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah (GEMAS) dirancang untuk mendorong ayah lebih terlibat dalam aktivitas sehari-hari anak. Bahkan, kehadiran ayah selama 30 menit penuh setiap hari tanpa gangguan, yang disebut sebagai waktu berkualitas, sudah terbukti memberi dampak positif pada tumbuh kembang anak.
Perubahan peran ayah ini tidak lepas dari kemajuan teknologi dan pola kerja yang lebih fleksibel. Kini banyak ayah memiliki kesempatan lebih besar untuk terlibat dalam kehidupan keluarga, termasuk melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mengantar anak sekolah, atau membereskan rumah tanpa terikat stereotipe gender. Menjadi ayah yang terlibat memang bukan tanpa tantangan, terutama dalam menyeimbangkan tuntutan karier dan keluarga, namun perubahan ini menunjukkan bahwa menjadi ayah adalah proses belajar sepanjang hayat.
Kesimpulannya, ayah zaman now memang harus ikut mengasuh anak karena dampaknya sangat besar bagi masa depan generasi penerus bangsa. Kehadiran ayah secara fisik saja tidak cukup; yang dibutuhkan adalah keterlibatan emosional, komunikasi yang hangat, pendampingan, dan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Karena anak yang tumbuh bersama ayah yang terlibat akan memiliki fondasi yang lebih kuat untuk menghadapi masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....