Split Bill Jadi Norma Baru di Kalangan Remaja

  • 01 Jul 2026 12:37 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Suasana nongkrong kini terasa berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Jika dulu satu orang sering membayar lebih dulu, kini tagihan biasanya langsung dibagi sebelum semua pulang.

Perkembangan teknologi membuat split bill semakin mudah dilakukan. Melalui QRIS, mobile banking, atau e-wallet, pembayaran dapat diselesaikan dalam hitungan detik tanpa perlu uang tunai.

Bagi banyak anak muda, split bill juga mencerminkan kemandirian finansial. Setiap orang membayar sesuai pesanannya sehingga pengeluaran pribadi lebih mudah dikontrol.

Kebiasaan ini turut mengurangi rasa sungkan dalam pertemanan. Tidak ada lagi situasi canggung karena harus menagih atau mengingatkan teman untuk mengganti uang.

Di sisi lain, makna traktir juga mengalami perubahan. Traktir kini lebih sering dilakukan untuk merayakan momen tertentu, seperti ulang tahun, kelulusan, atau pencapaian pribadi.

Split bill juga dianggap menciptakan kesetaraan karena tidak membebani satu pihak. Semua orang berkontribusi sesuai yang dikonsumsi tanpa melihat siapa yang memiliki kondisi finansial lebih baik.

Meski dinilai lebih adil dan praktis, sebagian orang merasa budaya ini membuat hubungan terasa lebih transaksional. Perubahan tersebut menunjukkan bagaimana teknologi tidak hanya mengubah cara membayar, tetapi juga cara membangun interaksi sosial.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....