Kiat Mahasiswi Double Degree Pontianak Sukses Pimpin Diri

  • 30 Jun 2026 23:11 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Siapa bilang menjadi pemimpin harus menunggu usia tua atau menduduki suatu jabatan tinggi? Syarifah Rugayyah, mahasiswi double degree (Psikologi IAIN Pontianak dan Ilmu Hukum Universitas Terbuka), membuktikan bahwa kepemimpinan sejati justru harus dimulai dari kemampuan memimpin diri sendiri (Lead Yourself) sejak usia muda.

Perempuan yang akrab disapa Yaya ini membagikan kiat-kiat kepemimpinannya dalam program dialog malam "RONDA" (Ruang Obrolan Pro 2) yang dipandu host Dipa Revanda di Studio RRI Pro 2 Pontianak, Selasa, 30 Juni 2026. Di usianya yang masih sangat muda, Yaya aktif berorganisasi di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan komunitas BLC, sembari menyeimbangkan dua perkuliahan sekaligus.

"Banyak orang yang salah menafsirkan arti kepemimpinan. Pemimpin itu tidak melulu soal jabatan, marah-marah, atau bersikap keras. Kepemimpinan paling mendasar adalah memimpin diri sendiri. Contoh konkritnya adalah bagaimana kita memanajemen waktu, memanajemen keuangan, dan yang paling penting: meregulasi emosi diri kita sendiri," ungkap Yaya membuka obrolan.

Berbekal ilmu psikologi yang ditekuninya, Yaya menyadari bahwa krisis kepemimpinan anak muda saat ini sering kali berakar dari ketidakmampuan mengenali emosi diri sendiri. Banyak remaja yang bahkan tidak tahu apakah mereka sedang marah, sedih, atau sekadar lelah, sehingga berujung pada luapan emosi yang salah tempat (misdirected).

"Jangan kan mengendalikan emosi yang meledak-ledak, kadang kita sama emosi sendiri saja tidak kenal. Kita tidak tahu apa itu mixed feeling. Nah, langkah pertama lead yourself adalah belajar berdamai dan berdialog dengan diri sendiri. Kalau sedang sedih atau punya masalah, jangan terbiasa mencari distraction (distraksi) atau pelarian dengan alasan healing. Hadapi dan ajak diri sendiri ngobrol untuk mencari jalan keluarnya," saran Yaya.

Ia juga menyoroti dampak media sosial yang kerap memaksa Generasi Z untuk selalu reaktif terhadap setiap isu. Padahal, seorang "pemimpin diri" harus mampu mengendalikan jarinya dari kebiasaan menghakimi atau menyalahkan situasi di luar kendalinya (stoikisme).

Menjawab tantangan bagi anak muda yang merasa terjebak (stuck) di lingkungan yang tidak suportif (zona nyaman), Yaya menegaskan pentingnya keberanian mengambil keputusan.

"Sering kali kita menganggap orang lain hidup di dalam kotak, padahal jangan-jangan kitalah yang sedang mengurung diri di dalam kotak. Manusia memang secara alamiah menyukai kenyamanan. Tapi kalau kita ingin upgrade diri, kita harus berani keluar dari rasa nyaman yang fana itu. Jangan takut dengan kejutan di luar sana," tambahnya.

Sebagai penutup, Yaya menitipkan tiga pesan penting bagi pendengar RRI Pro 2 Pontianak yang ingin menumbuhkan jiwa self-leadership.

"Intinya ada tiga hal. Pertama, Self-Awareness (kesadaran untuk mengenali diri sendiri). Kedua, Regulasi Emosi yang baik. Dan ketiga, tanamkan empati. Jangan pernah menunggu waktu yang tepat untuk mulai bergerak, tapi bergeraklah mulai dari sekarang melalui kebiasaan-kebiasaan kecil," pungkas Yaya memotivasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....