Harganas 2026 Dorong Ayah Lebih Aktif Dampingi Anak di Rumah
- 30 Jun 2026 17:14 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 pada 29 Juni 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kembali peran ayah dalam keluarga. Mengusung tema "Ayah Wajib Hadir", Harganas tahun ini mengajak para ayah tidak hanya berperan sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir secara emosional dalam kehidupan anak. Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Perempuan dan Anak yang disiarkan RRI Banda Aceh Pro 1, Senin 29 Juni 2026, menghadirkan narasumber Penulis Buku GATA JROH, Agus Agandi, dan Fikrul Azka, Duta Genre Indonesia 2025.
Fikrul Azka menjelaskan tema "Ayah Wajib Hadir" sangat relevan dengan kondisi Indonesia saat ini. Menurutnya, Hari Keluarga Nasional berakar dari sejarah 29 Juni 1949, ketika para pejuang kembali ke rumah setelah Belanda menarik pasukannya dari Indonesia. Momen tersebut menjadi simbol pentingnya kehadiran ayah di tengah keluarga.
Namun, ia mengungkapkan bahwa Indonesia kini menghadapi persoalan serius terkait fenomena fatherless atau hilangnya figur ayah dalam kehidupan anak. Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sekitar 25,8 persen anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless, atau setara dengan satu dari empat anak kehilangan peran ayah dalam pengasuhan.
"Yang dimaksud hadir bukan hanya pulang ke rumah secara fisik, tetapi juga hadir secara emosional. Banyak anak yang mengeluhkan ayahnya memang pulang, tetapi tidak pernah benar-benar berkomunikasi atau memberikan perhatian," ujar Fikrul.
Sebagai Duta Genre Indonesia 2025, Fikrul mengaku memiliki kedekatan emosional dengan isu tersebut karena kehilangan ayah sejak berusia lima tahun. Pengalaman itu mendorongnya mengangkat isu fatherless sebagai gagasan utama dalam berbagai kegiatan edukasi remaja.
Ia bersama sejumlah anggota Generasi Berencana (Genre) dan komunitas kepemudaan bahkan pernah tinggal selama tujuh hari di sebuah panti asuhan untuk memahami secara langsung kehidupan anak-anak yang tumbuh tanpa orang tua. Menurut Fikrul, pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kehadiran figur ayah sangat berpengaruh terhadap pembentukan rasa percaya diri, kemampuan bersosialisasi, serta proses pencarian teladan dalam kehidupan anak.
"Banyak anak yang kehilangan figur ayah menjadi kurang percaya diri atau mencari sosok panutan di luar keluarga. Jika panutan yang ditemukan keliru, dampaknya juga bisa negatif bagi perkembangan mereka," katanya.
Sementara itu, Penulis Buku GATA JROH, Agus Agandi, menilai slogan "Ayah Wajib Hadir" tidak boleh dimaknai sebatas keberadaan fisik seorang ayah di rumah. Menurut Agus, kehadiran ayah yang sesungguhnya adalah keterlibatan secara emosional dalam kehidupan anak. Perhatian sederhana seperti menanyakan kabar, mendengarkan cerita, memberi penghargaan, hingga menjadi tempat berbagi merupakan bentuk kehadiran yang sangat dibutuhkan anak dalam proses tumbuh kembangnya.
"Anak tidak hanya membutuhkan nafkah materi. Mereka juga membutuhkan kasih sayang, perhatian, penghargaan, dan rasa aman yang lahir dari komunikasi bersama ayah," ujarnya.
| Baca juga: Muslimah Butuh Support System yang Sehat |
Agus menjelaskan keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak belajar tentang kasih sayang, penghargaan, dan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, peran ayah dan ibu harus berjalan seimbang dalam mendampingi proses perkembangan anak.
Ia berharap peringatan Harganas menjadi pengingat bagi seluruh orang tua, khususnya para ayah, untuk meluangkan waktu membangun komunikasi yang hangat dengan anak. Menurutnya, perhatian kecil yang diberikan secara konsisten akan meninggalkan dampak besar terhadap kesehatan mental, karakter, dan masa depan anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....